<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828</id><updated>2011-07-30T19:58:16.737-07:00</updated><title type='text'>Hilman</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>52</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-504129415246285350</id><published>2009-08-18T06:55:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T06:56:12.806-07:00</updated><title type='text'>Bubur Ayam</title><content type='html'>Di tempat kerja, terdapat bagian yang salah satunya adalah menangani komplain pelanggan. Seringkali bagian tersebut menerima komplain dari pelanggan, mulai dari komplain biasa, sampai dengan komplain yang serius.
Beberapa rekan yang baru bergabung di tempat tersebut beberapa kali dibuat shock oleh sikap dan kata-kata pelanggan, bahkan seringkali merasa tertekan bila menerima komplain pelanggan, terutama komplain serius. Beberapa rekan sampai merasa tertekan ketika dimarahi oleh pelanggan di telepon.
Namun dengan berjalannya waktu, rekan-rekan di tempat tersebut mulai secara reguler menangani komplain pelanggan, sehingga sedikit demi sedikit persepsi terhadap pelanggan mulai berubah.
Suatu pagi, seorang rekan memperoleh komplain pelanggan yang serius, di telepon, pelanggan menyampaikan komplainnya dengan marah-marah, rekan saya dengan serius menangani komplain tersebut dengan menyimak apa yang dikatakan oleh pelanggan. Setelah selesai menerima komplain, ia kemudian berbicara kepada yang lainnya “ Wah, pagi ini saya mendapat sarapan bubur ayam, saya menerima komplain serius dari pelanggan.” Ujarnya. Sontak yang lainnya pada tersenyum mendengar kata bubur ayam tersebut. Dan sejak itulah kata bubur ayam menjadi kata pengganti jika terdapat komplain pelanggan, baik itu komplain yang terjadi ketika di pagi hari, di siang hari, ataupun di sore hari. Setiap menerima komplain, rekan saya akan memberitahukan kepada yang lainnya bahwa ia menerima bubur ayam. Bila terdapat komplain yang serius ditambah pelanggan yang marah-marah serta meminta hal yang macam-macam, biasanya rekan saya akan bilang bahwa ia menerima bubur ayam special.
Begitulah seterusnya, rekan-rekan di tempat tersebut dalam menerima komplain tidak lagi khawatir, selain telah terbiasa menangani komplain, juga suasananya dapat dicairkan dengan adanya percakapan mengenai bubur ayam.
Dan bagaimanakah jika menerima komplain yang serius yang butuh penanganan ekstra, sehingga penanganan komplain tidak hanya dapat diselesaikan oleh seorang saja, semua tim di tempat tersebut akan berkata, “ Mari kita bersama-sama makan bubur ayam specialnya.”
Kehidupan semakin indah dan mudah bila kita melihat dari sudut pandang yang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-504129415246285350?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/504129415246285350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=504129415246285350&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/504129415246285350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/504129415246285350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2009/08/bubur-ayam.html' title='Bubur Ayam'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-3463801626346786679</id><published>2009-08-18T06:53:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T06:54:52.937-07:00</updated><title type='text'>Menghormati Dengan Memberi</title><content type='html'>Dari sejak dulu, entah kapan, setiap tamu yang datang ke rumah selalu ditawari bersantap bersama oleh Bapak, baik itu pada saat jam makan ataupun tidak. Ibu sendiri tidak keberatan dengan hal ini, namun kadang-kadang sebenarnya juga merepotkan, karena jika pas tidak ada makanan di dapur, Ibu sering pontang panting untuk menyiapkan makanan dengan memasak terlebih dahulu, biasanya dicari masakan yang sederhana, karena memang harus buru-buru. Di rumah, Bapak dan Ibu memang senang sekali mengajak tamunya bersantap bersama, walaupun mereka sendiri sebenarnya masih kenyang. Sepertinya ada kepuasan sendiri bagi Bapak dan Ibu ketika mereka dapat menghormati tamu dengan memberi sesuatu walaupun dengan cara sederhana.
Azim Jamal dan Harvey McKinnon dalam bukunya Power of Giving, bertutur bahwa di Afghanistan, setiap kali Azim bertamu ke keluarga di sana, keluarga penghuni rumah akan menawarkan makanan terbaik mereka kepadanya. Azim tahu, bahwa orang-orang Afghanistan tidak punya cukup makanan untuk perut mereka sendiri, apalagi makanan ekstra untuk tamu. Akan tetapi sudah adat mereka menyuguhi mehman [tamu] di rumah mereka. Janganlah asal mengucapkan keinginan ketika bertamu di rumah orang Afghanistan, kata Agustinus, seorang backpacker Indonesia yang pernah merasakan penghormatan orang-orang Afghanistan,  karena permintaan tamu adalah hal yang sangat penting bagi mereka untuk ditunaikan. Bagi orang Afghan, menerima serta melayani tamu bukanlah urusan main-main.
Lain lagi di India Utara, Robin Sharma bertutur dalam Greatness Guide, bahwa di India Utara, tamu adalah ‘dewa’. Tamu diperlakukan dengan penuh hormat dan cinta. Tamu harus dipastikan dijamu dengan baik, meskipun berarti tuan rumah sendiri tidak makan. Mereka begitu bangga bila menghormati tamu dengan memberi apa yang mereka punya.
Bagaimanakah dengan kita? apakah dalam hidup dan organisasi bisnis kita, tamu dihormati dan dihargai layaknya seperti ’dewa’ ? Mudah-mudahan hal tersebut merupakan salah satu hal yang menjadi budaya kita dalam hidup ini. Indahnya bila kita melayani dan menghormati tamu atau orang yang tidak kita kenal yang datang ke rumah kita. Indahnya bila setiap pelanggan yang datang ke tempat organisasi bisnis kita diperlakukan dengan hormat.
Rasanya bila kita terapkan hal tersebut, hidup kita akan sangat bermakna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-3463801626346786679?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/3463801626346786679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=3463801626346786679&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/3463801626346786679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/3463801626346786679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2009/08/menghormati-dengan-memberi.html' title='Menghormati Dengan Memberi'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-206029145539597653</id><published>2009-05-21T06:53:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T06:56:50.710-07:00</updated><title type='text'>Menyimak daripada Mendengar</title><content type='html'>Uang yang tersisa di dompet tinggal 20 ribu, sementara rekan-rekan kantor mengajak makan siang di luar, tentu saya perlu mengambil uang terlebih dahulu di ATM, namun alangkah terkejutnya ketika sudah sampai di depan mesin ATM, saya tidak menemukan kartu ATM di dompet. Sekali lagi saya cek keberadaan kartu ATM di dompet, namun tetap saja tidak saya temukan.
Akhirnya saya berusaha untuk mengingat-ingat kembali dimanakah gerangan kartu sakti tersebut menghilang, mulai dari mengingat-ingat penggunaan terkahir kartu tersebut, sampai dengan pencarian di berbagai tempat yang kira-kira dapat ditemukan kartu tersebut. Hasilnya tetap nihil. Kartu tersebut tetap tidak ditemukan, padahal itu adalah satu-satunya kartu ATM yang saya miliki, karena memang saya tidak membuka rekening di bank lainnya. Wah jadi repot nih, harus mengurus kartu yang baru ke Bank.
Bagaimana dengan makan siangnya ? tentunya jadi, karena akhirnya saya meminta dana talangan kemanusiaan (minjem uang) kepada rekan saya.
Namun saya memerlukan uang cash tidak melulu untuk keperluan makan siang, tapi juga untuk keperluan beberapa hari ke depan, sederhana saja, saya meminta lagi dana talangan kemanusiaan ke rekan saya. Dan saya berjanji dananya akan ditransfer ke rekening rekan saya oleh istri.
Ketika sedang di area tempat makan yang dituju, saya tanyakan nomor rekening rekan yang dipinjami uangnya. Akhirnya ia menyebutkan nomor rekeningnya adalah  234 543 224, ia hafal di luar kepala nomor rekeningnya, kemudian saya tulis nomor rekeningnya di HP saya. “Oke, saya ulangi ya.. 23 45 43 22 4,” ujar saya. “Wah saya bingung, coba ulangi nomornya,” katanya. “Loh kan kamu hafal nomor rekeningnya, masa yang saya sebutkan tadi gak tahu,” ujarku. “Iya saya tentu hafal, tapi saya rada bingung ketika kamu menyebutkan nomor rekening tersebut, tata caranya tidak sama ketika saya menyebutkan nomor rekeningnya, ya udah saya sebutkan lagi nomor rekeningnya 234 543 224,”. “Ya, sudah sama dengan yang ditulis di HP” Ujarku
“Saya sedikit aneh saja, mengapa saya sebutkan nomor yang sama tapi kamu kurang jelas, padahal nomornya udah di luar kepala,”. “Ya iya lah rada gak jelas, kamu menyebutkannya tidak sesuai dengan yang saya sebutkan tata caranya, saya sebutkan angkanya per tiga angka, kamu menyebutkannya per dua angka. Ini sebenarnya pelajaran,” ujarnya, “Maksudmu ?”, “Iya ini dapat diterapkan terutama ketika berhadapan dengan pelanggan, karena saya sering menangani inquiry (permintaan) dan komplain, maka saya berusaha untuk menyimak dengan baik apa yang dikatakan oleh pelanggan, tidak hanya didengarkan saja, dan ketika saya meminta konfirmasi mengenai pertanyaan, permintaan ataupun komplain yang diajukan, saya berusaha menggunakan kembali kata-kata pelanggan tersebut,  dan kalau bisa tata cara pengucapannya sesuai dengan apa yang mereka katakan, agar tidak salah persepsi,” Ujar rekan saya.
Saya manggut-manggut mendengar kata-kata rekan saya sambil siap-siap menyantap makan siang yang sudah tersedia di depan mata. Udang galah goreng, sambal mentah, acar timun bumbu kuning, ayam goreng…Hmmmm.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-206029145539597653?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/206029145539597653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=206029145539597653&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/206029145539597653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/206029145539597653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2009/05/menyimak-daripada-mendengar.html' title='Menyimak daripada Mendengar'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-3686495260419409417</id><published>2009-02-01T17:35:00.000-08:00</published><updated>2009-02-01T17:41:58.566-08:00</updated><title type='text'>Mencari</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SYZPOp3eEqI/AAAAAAAAADc/OKFf-c5blCY/s1600-h/060302_enrique_vmed_12p.jpeg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298009124823241378" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 210px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SYZPOp3eEqI/AAAAAAAAADc/OKFf-c5blCY/s320/060302_enrique_vmed_12p.jpeg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rasanya saya tidak ingin terus menghabiskan kisah buku berjudul ‘Enrique’s Journey’ karangan Sonia Nazario yang dibaca tadi malam. Dari awal, buku yang merupakan kisah nyata [true story] ini telah begitu menyentuh jiwa kemanusiaan, sehingga memberikan gambaran bahwa kita patut bersyukur atas apa yang telah didapat dalam hidup ini.
Novel yang diganjar oleh Pulitzer Award 2003 ini berkisah bagaimana para anak-anak imigran yang berasal dari Amerika Tengah, seperti Mexizo, Guatemala, Honduras dan lainnya berjuang untuk mencari ibunya yang bekerja di Amerika. Setiap tahun hampir lima puluh ribuan anak-anak pergi ke utara untuk mencari ibunya yang bekerja di Amerika. Ibunya sendiri telah beberapa tahun sampai belasan tahun sebelumnya meninggalkan mereka menuju Amerika untuk mempertahankan hidup serta untuk menghidupi keluarganya. Ibu mereka dengan terpaksa meninggalkan anak-anaknya, bahkan ketika anak mereka berusia satu bulan.
Sonia yang seorang jurnalis kebetulan memiliki seorang pembantu rumah tangga bermana Carmen yang berasal dari Guatemala. Ia memilki empat orang anak yang ia tinggalkan karena ia harus menghidupi mereka semua. Di tahun 1998, anak pertama Carmen menyusulnya ke Amerika. Jiwa jurnalis Sonia tergugah untuk mengetahui hal ini. Mengenai bagaimana anak-anak mereka menyusul ibunya ke Amerika di usia sangat muda, belasan tahun, bahkan ada yang berusia 11 tahun. Anak-anak itu berani bertaruh dengan jiwanya melewati ribuan mil menggunakan kereta api barang. Untuk menemui ibunya. Di perjalanan, mereka akan menghadapi berbagai macam kesengsaraan, mulai dari perampok, pemerkosaan, kelaparan, udara dingin dan panas yang ekstrim, petugas perbatasan dan lainnya. Mereka lalui perjalanan dengan menggunakan kereta api barang berbulan lamanya. Mereka semua menyebut kereta api itu adalah El Tren de La muerte, Kereta api maut.
Sonia sendiri kemudian mencari beberapa orang anak yang pernah menelusuri perjalanan ini untuk dijadikan nara sumbernya. Ia ingin mengetahui secara detail bagaimana mereka berjuang menghadapi perjalanan ini. Dan akhirnya ia menemukan seorang anak yang bernama Enrique, dari dirinyalah Sonia memperoleh banyak informasi mengenai perjalanan ini. Untuk mengetahui secara riil perjalanan ini, Sonia menempuh perjalanan ini sendiri selama enam bulan menghadapi mara bahaya yang mengancam. Dan lahirlah buku Enrique’s Jouney, sebagai bahan pembelajaran bagi kita semua bahwa kita masih beruntung dan patut bersyukur hidup seperti ini.

Ibu, anakmu selalu menyayangimu..
Hill&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-3686495260419409417?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/3686495260419409417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=3686495260419409417&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/3686495260419409417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/3686495260419409417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2009/02/mencari.html' title='Mencari'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SYZPOp3eEqI/AAAAAAAAADc/OKFf-c5blCY/s72-c/060302_enrique_vmed_12p.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-9032610403037108943</id><published>2009-01-29T18:12:00.001-08:00</published><updated>2009-01-29T18:18:16.517-08:00</updated><title type='text'>Objek Menjadi Subjek</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SYJiUAiV_II/AAAAAAAAADU/3Zs_gaerOvo/s1600-h/banjir1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296904207622077570" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 268px; CURSOR: hand; HEIGHT: 206px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SYJiUAiV_II/AAAAAAAAADU/3Zs_gaerOvo/s320/banjir1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di luar, hujan besar telah reda, namun masih gerimis. Saya putuskan untuk berangkat ke kantor. Berangkat pukul setengah delapan dengan menggunakan sepeda motor dengan perlengkapan lengkap agar air tidak masuk. Perasaan saya, hari ini keadaaan jalan yang akan dilalui akan seperti kemarin, genangan di mana-mana, tingginya sekitar 15 cm. Maklum daerah yang akan dilalui menuju kantor melewati beberapa area genangan air. Selain daerahnya landai kemudian dekat dengan laut, Kantor yang akan dituju berada di daerah Sunter juga merupakan daerah yang jalannya banyak ditutupi beton di sana sini menutupi lalan.
Jalan menuju kantor sebenarnya ada dua alternatif, lewat depan yang berarti mengikuti jalan tol di atasnya, dan lewat jalur belakang, menelusuri rumah penduduk. Dua-duanya pasti akan melewati genangan
Dan benar dugaan saya, ternyata telah banyak genangan di mana-mana. Jalan alternatif yang menelusuri penduduk ternyata telah banyak tergenang air. Jalur ini adalah pilihan pertama, karena dilalui lebih awal. Ah susah juga kalau melalui jalur ini, karena kemarin juga saya melewati jalan ini direpotkan dengan harus menembus banyak genangan air. Akhirnya saya putuskan memilih jalur depan melalui jalur besar mengikuti alur jalan layang. Mudah-mudahan genangan tidak banyak dan kendaraan lancar.
Dan tidak beberapa lama setelah melintasi jalur yang dipilih, saya dipertemukan dengan genangan air yang cukup banyak di dekat perempatan Coca Cola pinggir kantor Astra Honda Motor, namun air akhirnya dapat ditembus. Jalan masih lancar. Setelah sekitar 300 meter berjalan, ternyata jalan sudah mulai tidak lancar, dan kemudian benar-benar sulit untuk jalan. Motor dan mobil ada di mana-mana terjebak macet oleh genangan air.
Hujan mulai kembali deras, namun saya sendiri terlindungi oleh payung besar yang dibentuk oleh jalan layang di atas.
Kesal dan pegal mulai mendera, motor dan mobil berdempetan, udara begitu lembab. Hati mulai tidak enak karena tentu saja harus mengejar jadwal masuk kantor yang telah ditetapkan. Namun apa daya, genangan ada di mana-mana, motor dan mobil ada di mana-mana dan ternyata mobil dan motor susah majunya.
Daripada terjebak dengan keadaan yang mengesalkan, akhirnya saya mulai memperhatikan lingkungan sekitar yang dilalui, ternyata ada beberapa hal yang menjadi perhatian. Mulai dari orang yang menggunakan jaket Bike To Work tapi menggunakan motor, ada yang menggunakan motor tanpa menggunakan alas kaki apapun, ada yang terus-terusan membunyikan klakson, ada yaang motornya masuk lobang sehingga hampir terjatuh, ada orang yang naik sepeda terjatuh, ada motor yang mogok, ada yang menyanyi di dalam mobil, ada pejalan kaki melongo melihat banjir di mana-mana dan beberapa kejadian lainnya. Tak terasa motor saya sudah di depan kantor. Waktu menunjukkan pukul 09.20 WIB
Hidup yang saya rasakan ternyata lebih enteng dengan menjadi subjek padahal hari ini saya menjadi objek penderita kemacetan karena bajir.
Tinggal menyikapi, menjadi subjek seperti apa yang kita inginkan agar hidup kita lebih enteng.
&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-9032610403037108943?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/9032610403037108943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=9032610403037108943&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/9032610403037108943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/9032610403037108943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2009/01/objek-menjadi-subjek.html' title='Objek Menjadi Subjek'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SYJiUAiV_II/AAAAAAAAADU/3Zs_gaerOvo/s72-c/banjir1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-2317424010026047201</id><published>2009-01-29T18:09:00.001-08:00</published><updated>2009-01-29T18:09:59.880-08:00</updated><title type='text'>Ahh...</title><content type='html'>Pukul 17.30 saya tinggalkan kantor.
Di bulan Januari ini ternyata matahari masih menampakkan diri di pukul itu, kebetulan seharian tidak ada hujan, padahal hari kemarin hujan turun seharian dan menggenangi banyak daerah di Jakarta. Saya sendiri akhirnya mengambil jalan yang sangat jarang dilalui jika pulang menuju kosan, yaitu melalui Danau Sunter, hanya karena ingin melihat matahari menebarkan cahayanya di danau serta ingin merasakan ketenangan yang diberikan oleh danau.
Banyak orang duduk di pinggir danau, ada yang berjalan kaki, naik sepeda, yang paling banyak adalah pengguna sepeda motor, sama seperti saya. Sepertinya mereka semua ingin menikmati bius tenangnya Danau Sunter.
Ternyata banyak juga orang memancing di danau itu, entah ada ikannya atau tidak, yang pasti sepertinya mereka tidak berharap banyak, yang mereka harapkan adalah ketenangan hati ketika memancing. 
Penjual kaki lima dan warung bertebaran di pinggir danau, mulai dari yang menjajakan sekedar minuman sampai dengan rumah makan, menjadikan pinggiran Danau menjadi alternatif bagi siapa saja yang lewat untuk beristirahat sejenak sambil menikmati minuman yang dijajakan.
Riak air yang dihasilkan dari tiupan angin benar-benar memberikan pemandangan yang indah, kilau yang dipantulkan sinar matahari memberikan kesan mendalam.
Sepuluh menit cukup untuk memberikan kesan bagi diri. Dan akhirnya saya pulang. Dari lurusan jalan Danau Sunter akhirnya motor diarahkan menuju ke arah Hotel Sunlake dan langsung pulang ke tempat tinggal. Kendaraan hanya dipacu kira-kira 30 kilometer perjam, santai.
Di tengah perjalanan ketika tepat belokan pertama dari jalan Danau Sunter, ketenangan saya mengendarai motor, dikejutkan teriakan ”Ahhhhh.....” Seorang bocak berteriak
Bocah kecil botak itu kira-kira berumur 7 tahunan, sedikit kumal pakaiannya, berteriak dari atas sepedanya yang berhenti, memandang ke arah tengah jalan yang baru saja dilewati oleh sebuah mobil. Dan ternyata di situ terdapat satu bungkus Indomie gepeng, remuk  dan isinya sedikit berhambur terlindas mobil tadi. Dalam santai sambil mengendarai sepeda motor saya melihat kesedihan di mata anak itu.
Beberapa meter dari bocah laki-laki tadi ada perempuan seumur dia yang menggunakan sepeda juga berhenti sambil menatap Indomie tadi, wajahnya menggambarkan kekecewaan. Di stang setir sepedanya saya lihat terdapat kantong plastik besar berwarna merah bening berisi banyak Indomie. Dugaaan saya, Indomie itu jatuh dari kantong plastik sepedanya.
Apakah mereka berdua disuruh orangtuanya untuk berbelanja Indomie atau disuruh membawa plastik Indomie dari rumahnya, saya tidak tahu. Sepertinya Indomie tersebut mereka akan jual di pinggir danau...
Mungkin bagi kita kebanyakan apalah arti sebungkus Indomie, entahlah bagi mereka berdua....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-2317424010026047201?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/2317424010026047201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=2317424010026047201&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/2317424010026047201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/2317424010026047201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2009/01/ahh.html' title='Ahh...'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-2876915762304184032</id><published>2009-01-07T08:52:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T07:30:49.884-08:00</updated><title type='text'>Riak Air</title><content type='html'>Akhirnya, setelah pukul 21.00 WIB air hujan tak turun barang setetes pun. Maka pulanglah diri ini menggunakan si Jalu, motor kesayangan.
Katanya hujan dimulai kira-kira pukul 19.00 WIB, saya tidak mengetahuinya, waktu itu saya sedang berjibaku dalam permainan tenis meja di lantai satu kantor. Tak terdengar setetes pun air hujan turun.
Di pukul 20.00 WIB ketika telah kelar berjibaku, pulanglah saya.Ternyata hujan masih turun, sehingga saya urungkan niat untuk pulang, menunggu awan tak sanggup meneteskan lagi airnya. Dan menunggulah saya.
Pukul 21.00 WIB, saya keluar dari area kantor, langsung terkejut, sudah ada genangan air rupanya di depan kantor, kira-kira semata kaki lebih tingginya. Secepat inikah air berkumpul, hanya kira-kira tidak lebih dari dua jam hujan turun, air telah menampakkan kekuatannya.
Berjalanlah si Jalu menembus genangan air dengan penuh riak di sana sini. Jalan tersendat. Sebelum pertigaan yang mengarah ke kantor pusat Astra, terdapat gerombolan orang-orang, terdapat beberapa orang polisi, beberapa orang ABRI, dan yang mengejutkan terdapat mobil pemadam kebakaran terparkir di kerumunan itu di pinggir halte bis sebelum belokan ke kantor pusat Astra. Di suasana udara dingin selepas hujan dan masih banyak genangan, mobil pemadam kebakaran menampakkan kegagahannya, sungguh aneh.
Lewatlah saya di kerumunan itu, semua orang tertuju kepada parit yang ada di di pinggir dan di bawah halte. Airnya banyak dan meluap, karena hujan besar yang baru usai. Di pinggir kerumuman saya lihat ada seorang ibu yang sedang ditenangkan hatinya oleh seorang wanita muda. Ibu itu duduk bersimpuh di bawah tegel halte, menangis tersedu, memejamkan maja. Saya trenyuh melihatnya.
Saya berhenti barang sejenak untuk bertanya, apakah gerangan yang terjadi? Saya Tanya pada seorang bapak yang kebetulan sedang melihat ke gerombalan yang sedang sibuk melihat ke arah parit yang luber airnya. “Ada apa Pak?” ujar saya, “Ada anak kecil tenggelam di parit kecil itu.” Ujarnya sambil menunjuk parit yang airnya.
Serta merta hati ini langsung terpaku menatap ibu yang duduk bersimpuh lunglai di tegel itu. Akankah ia ditinggalkan oleh anaknya malam itu.
Memang tak habis pikir, parit kecil itu dapat menghanyutkan seorang anak, namun apa daya jika air telah memperlihatkan kekuatannya.
Tak kuasa melihat ibu itu, saya langsung teringat akan si kecil di rumah. “Ibu dede lagi apa?” ujarku, “Udah tidur kok, barusan,” istriku menyahut di HPku.
Takdir selalu akan menemui kita di mana pun, kapan pun. ..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-2876915762304184032?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/2876915762304184032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=2876915762304184032&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/2876915762304184032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/2876915762304184032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2009/01/riak-air.html' title='Riak Air'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-4756404413115519878</id><published>2008-12-30T18:47:00.001-08:00</published><updated>2009-01-07T07:13:06.234-08:00</updated><title type='text'>Ulang Alam</title><content type='html'>Sebenarnya manusia ngikut apa yang telah alam (Bumi) tandakan.
Alam ini ternyata berulang setiap telah berusia 12 bulan. Entah siapa sebenarnya yang awalnya tahu alam ini berulang kembali setelah 12 bulan. Yang pasti, karena manusia adalah pengamat segala sesuatu, sehingga dengan mengetahui tanda-tanda dari alam ini, mereka menemukan bahwa alam akan berulang setelah 12 bulan. Dan karena alam berulang setelah 12 bulan, maka manusia pun akhirnya ikut atas ketentuan alam itu, mereka menyatakan bahwa perulangan akan terjadi setelah 12 bulan yang disebut tahun. Alasan penyebutan menjadi tahun sederhana saja, supaya lebih pendek mengatakan tahun dibanding 12 bulan, mungkin.
Banyak versi mengenai penetapan ulang tahun alam ini, tapi intinya walaupun penetapannya beda, secara umum menggunakan 12 bulan perulangan. Untuk saat ini, ketetapan yang paling banyak diikuti oleh manusia di bumi adalah yang menggunakan ketetapan bulan (Hijriah) dan matahari (Masehi).
Alam berulang tahun, maka manusia ikut pula ingin seperti alam, berulang tahun. Jika manusia berulang tahun, maka dirayakan dan direnungi hanya oleh manusia bersangkutan. Namun jika alam berulang tahun, maka semua manusia merayakan serta merenunginya.
Setiap perulangan yang terjadi adalah patokan. Patokan yang dijadikan acuan penilaian kinerja hidup kita selama setahun ke belakang, dan patokan yang dijadikan acuan apa yang akan kita lakukan untuk setahun ke depan.
Perusahaan menentukan target setiap tahun, organisasi menentukan target setiap tahun, pemerintah menentukan target setiap tahun, institusi pendidikan menentukan target setiap tahun, apapun, sekarang ternyata sesuatu dibuat untuk mengejar target. Lembaga nirlaba pun memiliki target walau parameternya bukan laba.
Kita pun tentu harus memiliki target. Tujuannya adalah agar tetap dapat selaras dengan alam ini, sehingga tidak tertinggal dengan alam yang mulai tidak ramah ini.
Dan jika ditanya seberapa besar target yang harus di capai? Ah mudah saja, ikut saja resep dari kanjeng Nabi, ‘Beruntunglah bagi seseorang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan esok lebih baik dari hari ini.’ Intinya, kita harus terus memperbaiki diri…
Di tahun ini, ternyata perulangan hampir bersamaan waktunya baik ketetapan bulan dan maupun matahari, 1430 Hijriah, 2009 Masehi.
Selamat menetapkan patokan baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-4756404413115519878?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/4756404413115519878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=4756404413115519878&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/4756404413115519878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/4756404413115519878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/12/ulang-alam.html' title='Ulang Alam'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-743190156494799961</id><published>2008-12-01T18:03:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T04:54:35.078-08:00</updated><title type='text'>Yang Menyelamatkan Hidup</title><content type='html'>Beberapa waktu lalu, saya iseng membuka Youtube untuk melihat tayangan Kick Andy ketika membahas mengenai novel Laskar Pelangi. Tujuan melihat tayangan ini hanya ingin menyimak kembali bagaimana cerita mengenai isi novel tersebut secara langsung dari pengarangnya. Secara keseluruhan tayangan ini begitu menyentuh hati serta memberikan sarat makna. Dan ternyata memang terbukti sekarang, sejak tayangan tersebut, novel tersebut langsung melejit dan sepertinya akan menjadi sejarah baik untuk sekarang maupun masa yang akan datang.
Secara keseluruhan dari awal sampai akhir tayangan, saya melihat secara seksama seluruh acara yang ditayangkan, dan ternyata terselip sesuatu yang lain yang memiliki makna besar bagi saya selain mengenai novel Laskar Pelangi itu sendiri, yaitu komentar dari bintang tamu di acara tersebut, Gede Prama. Kira-kira di tengah acara, Gede Prama memberikan komentar mengenai fenomena novel ini dari kacamata lain, yakni tentang menulis. Gede Prama mengatakan bahwa ia pernah menemukan suatu tulisan yang bermakna ketika masih muda, dan tulisan tersebut ia ungkapkan di acara tersebut. Ia berkata bahwa yang menyelamatkan hidup bukan pendidikan, melainkan keterampilan. Dan ia memiliki keinginan dan harapan yang kuat untuk mengasah terus keterampilan yang ia senangi untuk dikembangkan, yaitu menulis, maka ia terus mengasah diri dalam hal menulis, dan setelah ratusan kali tulisannya ditolak, akhirnya dimuat di beberapa majalah dan koran, dan saat ini, kita ketahui tulisannya tersebar di mana-mana mulai dari majalah, koran, buku, jurnal dan sebagainya. Hal inilah yang ia percayai bahwa keterampilan menyelamatkan hidupnya sampai sekarang.
Benar juga apa yang dikatakan oleh Gede Prama, bahwa keterampilan merupakan ‘penyelamat’ dalam hidup ini, dalam artian bahwa pendidikan bukan tidak penting, melainkan pendidikan adalah penunjang untuk menghasilkan keterampilan. Tengok saja di mana-mana dalam hidup ini yang dibutuhkan adalah keterampilan, misal keterampilan mengajar, keterampilan negosiasiasi , keterampilan dalam membuat laporan, keterampilan berolahraga, keterampilan berkomunikasi, keterampilan computer, bahkan strategi pun termasuk ke dalam keterampilan.
Di dunia kerja pun demikian, jika kita memiliki keterampilan yang tidak dimiliki oleh orang lain, maka kita menjadi pekerja penting di lingkungan kantor atau tempat kerja kita berada. Pekerja berprestasi biasanya memiliki keterampilan lebih diantara rekan-rekannya, sehingga ia akan menjadi bintang di tempat kerja. Nah, bagaimana caranya agar kita memiliki keterampilan yang mumpuni, jawabannya cukup sederhana, bahwa keterampilan tersebut harus diasah terus menerus tanpa henti dan dilakukan secara konsisten, penuh determinasi, tentunya dengan keyakinan, terus belajar dari kesalahan serta ditunjang dengan ilmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-743190156494799961?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/743190156494799961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=743190156494799961&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/743190156494799961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/743190156494799961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/12/yang-menyelamatkan-hidup.html' title='Yang Menyelamatkan Hidup'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-2358420913841124220</id><published>2008-11-26T17:05:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T06:10:41.500-08:00</updated><title type='text'>Manfaat</title><content type='html'>Saat ini sudah tidak aneh lagi, jika akan melangsungkan pernikahan atau khitanan maka undangan akan disebar terlebih dahulu, baik itu ke sanak saudara, ke tetangga maupun ke rekan-rekan yang dikenalnya. Bentuk undangan yang diberikan bermacam-macam, mulai dari yang termurah sampai dengan yang termahal, tengok saja, dengan bentuk undangan yang dikirimkan, ada yang bentuknya besar, kecil, unik, menarik, ekslusif dan macam-macam. Dari bentuk undangan yang dikirimkan, kita dapat mengetahui status orang yang mengirimkan undangan tersebut, jikalau undangan bentukya ekslusif, maka dapat dikatakan ia orang punya uang lebih untuk membuat undangan, dalam artian ia berharta.
Undangan dalam bentuk cetakan saat ini telah menjadi suatu keharusan ketika akan melangsungkan acara pernikahan. Apalah kata orang nanti, jika undangan hanya diucapkan saja. Oke lah, untuk keluarga masih berlaku undangan dengan ucapan, namun untuk rekan kerja, rekan bisnis, penggede alias pejabat dan lainnya undangan tentu harus dalam bentuk cetak.
Sekarang memang sudah ngetren di perkotaan undangan menggunakan media elektronik, semisal e-mail, facebook, buat sendiri web pernikahan dan sebagainya, tapi tetap saja dasar polanya dari desain yang akan dicetak. Nah, sebenarnya apakah tidak mubazir cetakan yang telah dibuat serta telah di desain dengan bagus nantinya akan dibuang begitu saja..Terlebih jika bentuk undangannya begitu ekslusif, paling ‘pool’ juga dijadikan sebagai bahan referensi untuk membuat undangan, setelah itu ke keranjang sampah juga akhirnya.
Bukan berarti mengurangi rasa hormat kepada siapapun yang telah membuat udangan dengan bentuk cetakan yang menarik, namun alangkah baiknya undangan cetakan itu dipikirkan juga berguna setelahnya.Yang menarik, beberapa waktu yang lalu, di kampung halaman, saya kembali menemukan undangan yang begitu sederhana, yaitu berbentuk kipas dari bambu, dan undangannya hanya copy-an sederhana di tempelkan di kipas tersebut. Melihat bentuknya membuat saya tersenyum, kok ada undangan bentuknya seperti ini, namun setelah dipikirkan lagi, ternyata undangan ini luar biasa. Udangan ini memiliki manfaat setelahnya. Teringat setahun lalu sebelumnya saya juga melihat undangan dalam bentuk korek api &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273137997709152802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 213px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SS3zEhURkiI/AAAAAAAAACg/0FhWxaO0O0Y/s320/Kipas.jpg" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-2358420913841124220?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/2358420913841124220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=2358420913841124220&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/2358420913841124220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/2358420913841124220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/11/manfaat.html' title='Manfaat'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SS3zEhURkiI/AAAAAAAAACg/0FhWxaO0O0Y/s72-c/Kipas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-5171862162901034037</id><published>2008-10-30T19:32:00.001-07:00</published><updated>2008-10-30T19:32:46.153-07:00</updated><title type='text'>3000</title><content type='html'>Di tempat kedatangan, seperti di bandara, stasiun kereta, stasiun bis, terminal angkot, setelah melakukan perjalanan pastilah ada yang menyambut kita ketika sampai di tempat tersebut. Jikalah kita datang dari jauh, tentulah saudara dekat akan menyambut dengan cara menjemput, misal ketika datang dari luar negeri, datang dari kota yang jauh di luar pulau atau lainnya. Namun jika kita simak lagi, banyak sekali penjemput-penjemput lainnya yang ingin sekali mengantarkan kita ke tempat tujuan, misal, di Bandara, banyak sekali ‘penjemput’ yang siap menyambut kita, tengok saja ada supir taksi, supir mobil omprengan dan lainnya. Di stasiun kereta api pun demikian, banyak taksi maupun ojek siap ‘menjemput’ kita. Kemudian di stasiun bis, ada taksi, angkot, becak, bemo, ojek dan lainnya juga siap ‘menjemput’ kita. Dan tentunya penjemput yang disebutkan belakangan rela mengantarkan kemanapun tempat yang dituju asal kita dapat membayar mereka dengan harga yang pantas.
Saya sendiri karena keluarga masih di kampung halaman, hampir tiap minggu menggunakan kereta api menuju Cirebon, kemudian dari stasiun tersebut, perjalanan akan diteruskan sampai ke kampung. Dengan menggunakan kereta api setiap minggu pastilah di stasiun akan bertemu para ‘penjemput’ yang dengan sungguh-sungguh mengantarkan saya dari stasiun ke tempat yang ingin dituju.
Ketika keluar dari stasiun kereta api, biasanya di mulut jalan keluar telah berjejal ‘penjemput’ yang begitu antusias meminta agar mereka dijadikan penjemput oleh kita, mulai supir taksi, tukang ojek, tukang becak sampai dengan sopir mobil omprengan, saking antusiasnya, seringkali terjadi ‘kemacetan’ manusia di tempat keluar tersebut.
Kebetulan hari itu saya akan dijemput (arti sesungguhnya), karena waktu kedatangan larut malam kemudian kendaraan ke kampung halaman akan sulit didapat di malam hari. Di lorong tersebut, saya beberapa kali menolak ‘penjemput’ yang menawarkan kendaraannya, beberapa tukang becak menawarkan jasanya dengan sungguh sungguh bahkan dengan nada memaksa.
Setelah beberapa belas meter berjalan keluar, ada seorang tukang becak yang terus menerus mengikuti dan menawarkan jasanya. Usianya kira-kita udah 60 tahunan, hal ini terlihat dari raut wajah serta badannya yang kelihatan sudah tidak muda lagi, dan banyak kerutan di sana sini. Saya tetap terus menolak jasanya dan dikatakan saya akan dijemput, namun ia bertahan dan terus berjalan mengikuti langkah saya, sampai ia keluarkan kata “Gak apa-apalah mas tiga ribu aja, saya anterin,” ujarnya membujuk, namun tetap saya berjalan hingga akhirnya ia pun pergi. Setelah berjalan berpuluh langkah ke depan, saya berhenti memikirkan hal yang baru saja diucapkan pak tua tadi, dan langsung berpaling, ingin rasanya memberikan sejumlah uang yang pak tua tadi sebutkan, bukan maksud sombong dan merasa banyak uang, namun hanya ingin membantu, sepertinya ia benar-benar kesulitan, sampai rela dibayar 3000 ke mana pun arah yang mau di tuju, namun niat itu tidak kesampaian karena ia telah menghilang kembali mencari jemputan lain dalam keramaian stasiun.
Dipikirkan lebih mendalam, betapa hidup ini begitu berarti, karena di luar banyak sekali sesuatu yang benar-benar membuat kita berpikir bahwa kita memiliki banyak hal yang telah diberikan oleh-Nya.
Ternyata, di tempat manapun, terdapat banyak pelajaran yang berharga bagi hidup ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-5171862162901034037?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/5171862162901034037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=5171862162901034037&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/5171862162901034037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/5171862162901034037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/10/3000.html' title='3000'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-5760869044520021787</id><published>2008-10-16T18:33:00.000-07:00</published><updated>2008-10-30T19:31:54.987-07:00</updated><title type='text'>Merasakan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SPfrzrbMxvI/AAAAAAAAACY/w29YQVEdZfY/s1600-h/Fitrah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257930363041007346" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="192" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SPfrzrbMxvI/AAAAAAAAACY/w29YQVEdZfY/s320/Fitrah.jpg" width="276" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di pagi yang sejuk setelah semalam turun hujan, telah sepakat dengan dengan istri, pagi itu si kecil rambutnya akan digunduli, sudah satu tahun setelah ekahan belum satu kali pun rambutnya di pangkas habis, alasannya sederhana, agar tumbuh rambut yang lebih bagus.
Ketika tukang cukur yang kebetulan masih tetangga didatangkan, semuanya tampak biasa saja, tak ada hal yang membuat si kecil takut. Namun, ketika pisau cukur otomatis menyapu rambutnya, tangisnya meledak sejadi-jadinya, jadilah suasana berubah tak menentu, ia menangis terus ketika sedang digunting rambutnya, menangis sekencang-kencangnya, sampai keringatnya bercucuran. Seguk tangisnya bersama dengan diangkatnya kepala berulang kali menandakan ia merasa tersiksa. Di tengah tangisnya, muncul tangisan baru, sepupunya yang berusia 4 tahun ikut pula menangis, ia berkata kepada ibunya, kakak istriku, “Kasian dede, jangan diterusin menggunting rambutnya,” ujarnya iba. Sekecil itu sudah merasakan kesedihan saudaranya, menjadikan kita yang telah dewasa tersenyum melihat keponakanku menangis karena alasan tersebut. Namun setelah dipikirkan lebih dalam ternyata itu sebenarnya salah satu fitrah manusia, yaitu merasakan penderitaan sesamanya. Dan ternyata, tidak ada batasan usia bagi manusia tentang fitrah saling merasakan penderitaan ini.
Dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita melihat sesuatu bencana atau kesedihan yang menimpa manusia, fitrahnya, kita merasakan bagaimana penderitaan mereka ketika tertimpa musibah, dan tentunya jika benar-benar meresapi lagi maknanya, maka kita tidak hanya merasakan saja, melainkan juga melakukan tindakan untuk membantu membebaskan penderitaan mereka yang tertimpa musibah.
Sikap peka terhadap penderitaan orang lain inilah yang sulit dipelihara oleh manusia, kadang saya pun demikian, benar-benar tidak sadar atau mungkin tidak peduli dengan keadaan sesama. Hal ini terjadi mungkin disebabkan karena mulai terbelenggu oleh dunia, sehingga ego mementingkan diri sendiri serta sifat negatif muncul begitu kuat dibandingkan ego fitrah yang kita miliki.
Sebenarnya agama telah banyak memberikan solusi mengenai hal ini, mulai dari memberikan sebagian rizki yang kita miliki, menolong saudara yang mengalami kesusahaan, puasa dan sebagainya. Namun itu tadi, kadang kita lupa karena dunia telah membelenggu kita…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-5760869044520021787?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/5760869044520021787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=5760869044520021787&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/5760869044520021787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/5760869044520021787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/10/koor.html' title='Merasakan'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SPfrzrbMxvI/AAAAAAAAACY/w29YQVEdZfY/s72-c/Fitrah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-6790880510429928445</id><published>2008-10-16T18:25:00.000-07:00</published><updated>2008-12-01T18:08:54.555-08:00</updated><title type='text'>Praktis</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SPfqagqU9EI/AAAAAAAAACQ/WtTInCsfTCs/s1600-h/aqua1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257928831143310402" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="170" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SPfqagqU9EI/AAAAAAAAACQ/WtTInCsfTCs/s320/aqua1.jpg" width="266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Benar juga apa yang dikatakan orang pintar, bahwa manusia itu dalam hidupnya selalu berpegang pada dua hal, mengejar kebahagiaan dan menjauhi kesengsaraan.
Kalaupun ada orang yang menginginkan kesengsaraan, tujuan akhirnya pastilah ingin mencapai kebahagiaan. Praktek ini terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan mencakup segenap aspek kehidupan, mulai dari hal yang remeh temeh sampai hal yang tidak remeh temeh tentunya. Dan dalam proses mencari kebahagiaan itu (termasuk kesenangan di dalamnya), manusia selalu melakukan perbaikan di sana sini, dengan tujuan agar apa yang dilakukan atau yang dijalankan menjadi lebih mudah, praktis, murah, lebih baik, cepat, lebih nyaman, lebih menyenangkan dan lainnya. Sayangnya dalam proses perbaikan sana sini, manusia sering diliputi oleh nafsunya, walaupun tujuan akhirnya tercapai namun ada saja yang dikorbankan atau dapat merubah suatu kultur yang sebelumnya ada.
Contoh, ketika manusia capek berjalan kaki, ketika mereka bepergian jauh, maka secara kreatif, manusia membuat suatu alat atau media yang dapat membawanya ke tempat jauh dengan lebih mudah sekaligus cepat dan kalau bisa sekaligus nyaman. Mulai dari dokar, sampai mobil mewah, bahkan pesawat supersonik mereka buat. Dan tentu saja ada yang dikorbankan dalam membuat karyanya ini, ada pengorbanan yang lebih besar dibandingkan dengan hasil, lebih kecil pengorbanannya, bahkan mengkin juga tidak perlu pengorbanan.
Dan banyak lagi contoh yang lainnya.
Di lebaran yang belum lama kita lalui, ada hal yang menarik saya untuk mengulasnya, walaupun memang remeh temeh, namun impaknya mengubah sedikit budaya masyarakat. Dalam suasana lebaran, seperti biasa kita saling mengunjungi satu sama lain, nah, ternyata saya sudah tidak melihat lagi suguhan teh atau air putih dalam gelas ketika berkunjung ke tetangga ataupun kerabat ,walaupun memang tidak mengharapkan, yang ada adalah suguhan air dalam gelas plastik, dan itu hampir ada di setiap rumah yang saya kunjungi. Ke depan kita mungkin akan jarang menikmati teh hangat yang disuguhkan oleh tetangga, kerabat atau siapapun yang kita kunjungi, karena telah diganti oleh air putih, air teh, air sirup, dan air-air lainnya dalam kemasan plastik. Karena lebih praktis dan mudah..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-6790880510429928445?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/6790880510429928445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=6790880510429928445&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/6790880510429928445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/6790880510429928445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/10/praktis.html' title='Praktis'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SPfqagqU9EI/AAAAAAAAACQ/WtTInCsfTCs/s72-c/aqua1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-6794720950866724401</id><published>2008-10-07T20:19:00.000-07:00</published><updated>2008-10-07T21:03:45.391-07:00</updated><title type='text'>Terbagi</title><content type='html'>Begitulah ia,
Tercipta ketika terbagi,
Terbagi kepada siapapun, kepada apapun
-----
Hal itu terasa,
Terasa ketika ia terbagi…
Kepada siapapun, kepada apapun
----
29 atau genap 30,
Semua untuk mengejar dan memperoleh,
Suatu predikat. Predikat yang hanya dapat diukur oleh-Nya
----
Di akhir...
Semua terasa indah dan lengkap,
Biru jika merasa menggapai predikat
----
Jikalah rasa saja sudah indah kala menggapai predikat,
Bagaimana kalau ia dibagi,
Ya ....dibagi
----
Rasa itu dibagi,
Kepada siapapun dan apapun,
Bila ia terbagi, maka Bahagia terpendar
----
Bagilah bahagiamu,
Bagilah bahagiamu,
Agar bahagiamu menjadi nyata.....dan tercipta
----
Bagilah bahagiamu di hari nan fitri itu kepada siapapun dan apapun,
Karena..
Kamipun akan rasa bahagiamu
----
----
Selamat merayakan kebahagiaan,
Ied nan fitri
Hilman&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-6794720950866724401?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/6794720950866724401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=6794720950866724401&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/6794720950866724401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/6794720950866724401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/10/terbagi.html' title='Terbagi'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-5879237375025479540</id><published>2008-08-31T17:31:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T04:08:24.795-07:00</updated><title type='text'>Samakah kakekku dengan anakku ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SLs6SywMOxI/AAAAAAAAABo/8N9jgiHe_rw/s1600-h/uyut.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240846685911661330" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 201px; CURSOR: hand; HEIGHT: 282px" height="302" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SLs6SywMOxI/AAAAAAAAABo/8N9jgiHe_rw/s320/uyut.jpg" width="226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;div&gt;Sama,
Barang tentu mereka sedarah, ia sama darahnya. Mata, hidung, kulit, gigi, dan segala yang ada ditubuh adalah buyut cicit.
99 tahun dan 1 tahun merupakan paduan yang sempurna. Buyut cicit. Buyut karena ia adalah kakekku, ayah bapak ku. Cicit karena ia adalah anakku, cucu bapak ibuku.

Sama,
Buyut sedang meraih hidup yang sempurna, cicit sedang membangun hidup yang sempurna.

Sama,
Buyut sedang menyelaraskan inderanya dengan alam, cicit sedang menyelaraskan inderanya dengan alam.

Sama ,
Buyut sedang menyeimbangkan badannya dengan alam, cicit sedang menyembangkan badannya dengan alam

Sama,
Buyut sedang berusaha memijakkan dan menyeimbangkan kakinya dengan alam, cicit sedang berusaha memijakkan dan menyeimbangkan kakinya dengan alam

Cicit, kecilku menyelaraskan, menyeimbangkan segala ada di dalam dirinya dengan alam. Sekarang ia telah mulai melangkahkan kakinya sambil membetangkan tanganya menuju ke depan, tanpa henti. Untuk menyeimbangkan dirinya dengan alam…

Nak, selalulah kau imbangi alam ini dengan dirimu…
Layaknya buyutmu yang telah menyeimbangi alam ini selama 99 tahun. &lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SLs669Hj3UI/AAAAAAAAACA/1PmHHCXjBe8/s1600-h/jalan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240847375888801090" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SLs669Hj3UI/AAAAAAAAACA/1PmHHCXjBe8/s320/jalan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-5879237375025479540?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/5879237375025479540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=5879237375025479540&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/5879237375025479540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/5879237375025479540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/08/samakah-kakekku-dengan-anakku.html' title='Samakah kakekku dengan anakku ?'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SLs6SywMOxI/AAAAAAAAABo/8N9jgiHe_rw/s72-c/uyut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-1352399101831153517</id><published>2008-08-24T20:21:00.001-07:00</published><updated>2008-09-04T04:13:54.452-07:00</updated><title type='text'>Debu</title><content type='html'>Terburu-buru saya mengejar untuk bertemu seseorang yang sangat penting, sehingga setelah ada kerjaan kantor yang sudah kelar di Cibubur, langsung menuju tempat yang telah disepakati. Ngobrol dengannya berkaitan dengan proyek besar.
Yunus, ya Yunus yang akan saya temui sore ini. Ia sangat, sangat penting bagiku.
Tentu di sebuah tempat ngopi yang kita sepakati. Rencananya, ia akan menceritakan mengenai proyek yang telah diselesaikan, dan katanya ia akan teruskan mencari proyek-proyek yang lain.
Datang pukul 14.00, tepatnya di sebuah mall yang besar, di sudut tempat kopi. Jangan kau pikirkan kedai kopi biasa yang saya kunjungi. Ini kedai kopi yang sekarang lagi menjamur di kota besar. Yang tukang kopinya jika menyapa kita campur bahasa Inggris, dan bukan tukang kopi lagi sekarang namanya, tapi Barista katanya. Tak apalah, saya ketemuan di tempat ngopi modern seperti ini, demi menghormati temanku yang benar-benar penting. Saat di tempat ngopi, celengak celinguk mencari temanku itu, tapi ternyata ia belum tampak. 15 menit saya tunggu, ia tetap belum juga tampak. Ia hanya ngomong sebelumnya, “Tak mungkin kau hubungi aku dengan HP, mustahil”. Ya sudah, saya pasrah saja tanpa bisa menghubunginya.
Tidak tahan menunggu, sehingga saya memutuskan pesan dulu kopinya, toh nanti kalo ia datang, ia juga akan pesan kopinya. Bukannya egois, hanya untuk duduk terlebih dahulu agar tidak pegel, karena dengan pesen kopi, saya bisa duduk. Mana ada sih di kota sekarang yang gratis untuk duduk, apalagi duduk di kursi empuk, pake AC, menghirup aroma Arabica murni sambil liat yang seger-seger lewat. Saya pesen Mochacino panas, “Large”, ujarku mantap. Terbayang aroma Arabica di campur dengan coklat dan susu pilihan.
Sudah selesai mas, silakan diambil, ujar om Barista. Harumnya mendesak hidung langsung menuju saraf perasa.
Dan saya baru sadar, hari ini kan hari Minggu, pantesan tempat ini penuh, tak keliatan satu sofa pun yang kosong. Syukurlah, akhirnya aku menemukan tempat buat duduk, sayangnya di luar. Tak ada pilihan lain, aku pun keluar memilih tempat duduk yang bisa untuk berdua. Mudah-mudahan Yunus sudi duduk diluar. Duduklah saya di kursi yang bukan sofa, namun kayu. Walau bukan sofa, ergonomis juga kursinya. Udara di luar terasa bersliweran, dan beberapa mobil ada yang lewat di pinggir saya, karena memang letak tempat duduknya pas di lobi pinggir area depan mall.
Akhirnya ia datang, ya Yunus datang dengan pakaian khusus seperti biasanya, seperti orang Bangladesh umumnya, menggunakan rompi tipis warna krem. “Ah, kau datang juga temanku, saya pesankan kopi ya?”, Ujarku. Ia menggeleng, “Gak usah repot, dan juga kau kan tahu aku gak bisa minum jika kondisinya seperti ini. “Sudahlah, kau kan mau dengar aku &lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt;, tahukah kau, proyekku dimulai ketika itu aku melihat kemiskinan melanda Bangladesh, aku benar-benar merasa hampa, karena sebagai dosen di Bagladesh aku sulit mengajarkan teori ilmu ekonomi canggih di tengah-tengah Bangladesh yang diliputi kemiskinan…”
Saya syok, setelah 1 menit kurang, tanpa disadari tak sengaja saya sentuh permukaan buku ini, ternyata penuh dengan butiran halus dan kasar, penuh dengan debu, dan tanpa mempedulikan Yunus aku coba buka satu halaman lagi dan menunggu selama 1 menit, ternyata benar, debu cepat menempel di permukaan buku.
Panik. Dalam waktu yang cepat debu datang tanpa diundang.
Langsung saya sruput Mochacino yang tersisa yang sepertinya telah tercampur debu, bergegas masuk ke dalam mall meninggalkan Yunus yang hanya melongo, melihat kepergian saya. Sori bos, nanti kita lanjutkan ngobrolnya di kosan, aku tutup dulu ya.
Weleh, sudah parahkan alam ini, ujarku dalam gegas.

[Sesaat setelah menunda membaca buku “Menciptakan Dunia Tanpa Kemiskinan” karya Muhammad Yunus, peraih Nobel Perdamaian 2006]
Jakarta, 24 Agustus 2008. Hill
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SLs85M_E0jI/AAAAAAAAACI/GjIOpRm9qmU/s1600-h/Yunus.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240849544811696690" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="253" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SLs85M_E0jI/AAAAAAAAACI/GjIOpRm9qmU/s320/Yunus.jpg" width="187" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-1352399101831153517?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/1352399101831153517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=1352399101831153517&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/1352399101831153517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/1352399101831153517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/08/debu.html' title='Debu'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SLs85M_E0jI/AAAAAAAAACI/GjIOpRm9qmU/s72-c/Yunus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-3692857069921199871</id><published>2008-08-19T02:41:00.001-07:00</published><updated>2008-08-19T02:49:08.523-07:00</updated><title type='text'>OBOR</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SKqWELkXfzI/AAAAAAAAABg/jnYL1mtOeyM/s1600-h/Obor.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236162515340590898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="182" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SKqWELkXfzI/AAAAAAAAABg/jnYL1mtOeyM/s320/Obor.jpg" width="275" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;div&gt;Sekitar 15 tahun lalu, diri inilah yang ditonton, berbaris, meneriakkan yel-yel yang membangun serta menghibur bagi siapa saja yang menonoton dan yang dilewati. Setiap yang terlewati terpaku, tersenyum bahkan ada meneriakkan kembali apa yang kami teriakan.
Inilah kegiatan malam menjelang 17 Agustus.
Saat ini, tanpa terasa, setelah begitu lama tidak datang ke tempat kelahiran, di malam 17 Agusutus, sayalah yang menonton, melihat mereka berbaris, meneriakan yel, serta bergaya sambil membawa sesuatu yang berharga, OBOR SEMANGAT.
Sama seperti saya, bagi kebanyakan orang pun, sepertinya malam itu merupakan suatu hiburan belaka, melihat pawai obor berjejer memanjang bak aliran lava tanpa henti. Namun setelah beberapa waktu ketika pawai masih sedang berjalan, saya mulai beralih melihatnya dari segi lain.
Melihat yang ditonton oleh penonton. Melihat apa yang sebelumnya saya tidak pernah lihat dan pikirkan.
Entah siapa penggagas kegiatan seperti ini, pastilah ia atau mereka menginginkan sesuatu persembahan yang berharga bagi 17 Agustus serta yang berjuang untuknya. OBOR SEMANGAT, mungkin itulah yang mereka harap dari kegiatan ini, untuk terus memperjuangkan apa yang selayaknya diperjuangkan bagi bangsa ini. Semangat yang tidak padam di tengah jalan, semangat yang terus menyala, mengibarkan apa yang selalu di cita-citakan oleh Negara ini.
Semangat untuk terus menghalau pesimis yang selalu didengungkan media akan bangsa ini. Semangat menghancurkan keletihan jiwa raga yang kadang mengendap dalam diri.
Begitulah ia, OBOR SEMANGAT yang ingin dikobarkan dan selalu dikobarkan setiap tahun menjelang 17 Agustus, mereka faham, perlunya manusia selalu diingatkan.
Dan dari diri inilah semangat dimunculkan. Mudah-mudahan dengan dimulai dari diri ini, kita dapat memberikan kontribusi bagi Negara walau hanya sedikit. Walau hanya sedikit.
Dirgahayu bangsaku, dirgahayulah ibu pertiwi.
63. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-3692857069921199871?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/3692857069921199871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=3692857069921199871&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/3692857069921199871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/3692857069921199871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/08/obor.html' title='OBOR'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/SKqWELkXfzI/AAAAAAAAABg/jnYL1mtOeyM/s72-c/Obor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-6860104177316376561</id><published>2008-07-22T00:01:00.000-07:00</published><updated>2008-07-23T01:05:40.235-07:00</updated><title type='text'>Mendengarkan</title><content type='html'>Ketika saya mengalami kesulitan berkenaan dengan kehidupan ini, tak ada tempat lain yang saya ajak bicara melainkan seorang sahabat.
Hanya ada segelintir sahabat yang saya miliki, selebihnya adalah teman.
Ketika kepala mumet memikirkan sesuatu hal, baik itu mengenai pekerjaan, keluarga atau yang lainnya. Saya akan mengontak sahabat saya ini untuk sekedar ngobrol saja untuk sharing mengenai kehidupan.
Pernah saya kesulitan dalam hal pekerjaan dan ia hanya mendengarkan, kemudian mendengarkan, selanjutnya mendengarkan dan akhirnya sedikit menjawab, “Memang kadang terdapat pekerjaan yang sulit, namun jalannya adalah dikerjakan saja”, ujarnya. Jawaban yang sebenarnya sudah saya ketahui tanpa harus bertanya. Namun dengan jawaban tersebut saya merasa lebih tenang dan siap untuk melangkah lagi.
Dan ternyata saya sedikit menangkap pelajaran dari hal ini, bahwa ketika terdapat teman kita yang mengalami kesulitan atau masalah atau apapun, kita dapat membantu dengan hanya mendengarkan dengan empati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-6860104177316376561?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/6860104177316376561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=6860104177316376561&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/6860104177316376561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/6860104177316376561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/07/mendengarkan.html' title='Mendengarkan'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-2672151096419295308</id><published>2008-07-16T22:56:00.000-07:00</published><updated>2008-07-16T23:45:09.898-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan</title><content type='html'>Komunitas atau pribadi yang berkecimpung di dunia pelayanan barang tentu sudah tahu bahwa salah satu contoh tentang pelayanan yang terbaik yang selalu didengungkan adalah Singapore Airlines (SQ). Memang banyak hal yang menjadikan SQ sebagai salah satu barometer dalam pelayanan yang baik, mulai dari ketepatan waktu pemberangkatan, fasilitas yang diberikan, sistem yang baik serta kemampuan SDM nya yang handal di seluruh dunia.
Namun kita ketahui bahwa perusahaan penerbangan yang lain pun tidak ketinggalan dan bahkan sama dengan SQ atau mungkin lebih mengungguli. Salah satunya adalah Emirates. Perusahaan penerbangan ini mulai memperlihatkan kinerja luar biasa, hal ini disebabkan karena memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya. Tengok saja fasilitas yang diberikan oleh Emirat untuk kelas First Class nya, terdapat widescreen entertainment, kemudian flat bed massage seat, personal mini bar dan sebagainya. Dengan memberikan fasilitas luar biasa ini, Emirates semakin menjadi perusahaan penerbangan yang menorehkan kinerja luar biasa. Lihat saja janji mereka, “Now the Journey is The Destination”. Anda akan dilayani sampai benar-benar lupa bahwa Anda sedang melakukan perjalanan jauh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-2672151096419295308?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/2672151096419295308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=2672151096419295308&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/2672151096419295308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/2672151096419295308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/07/perjalanan.html' title='Perjalanan'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-6231296625063992588</id><published>2008-07-03T18:52:00.000-07:00</published><updated>2008-07-03T18:53:13.910-07:00</updated><title type='text'>KOPI</title><content type='html'>Salah satu bentuk kenikmatan tertinggi akan minuman yang dihadirkan di dunia ini adalah kopi. Tentu saja ini menurut pandangan pribadi.
Tiada hari tanpa kopi, itulah yang selama ini dilalui dalam kehidupan sehari-hari, tanpa kopi sehari rasanya ada yang kurang sehingga saya mulai faham arti kecanduan (addict). Kecanduan ini memang sulit dijabarkan dengan kata-kata, namun dapat dirasakan oleh fikiran. Dan saya mulai tapi mengapa orang yang mengalami kecanduan sesuatu sulit untuk melepaskannya tanpa tekad yang kuat dan dukungan dari lingkungan.
Kemampuan manusia dalam membuat kopi semakin meningkat secara drastis akhir-akhir ini, ditandai dengan munculnya bisnis kopi yang terus semakin menjamur mulai dari kelas bawah sampai kelas atas, mulai dari harga seribu sampai puluhan ribu satu gelasnya.
Kopi tidak lagi diidentikkan dengan komoditas saat ini, namun mulai bergeser ke arah pengalaman. Lihat saja, banyak café yang bermunculan hanya mengandalkan jualan kopi, dengan harga yang luar biasa. Satu gelas kopi bisa dihargai 30 sampai 50 ribu rupiah per gelasnya. Padahal 5 tahun ke belakang, harga kopi lumayan murah.
Itu artinya, dengan inovasi produk sertai diferensiasi produk sesuatu yang berasal dari komoditas berubah menjadi barang yang bernilai tinggi.
Tanpa inovasi, akan sulit berkembang. Apalagi sekarang ini, ketika persaingan semakin ketat dengan produk yang semakin mirip dengan pesaing...
Inovasi is a key for survival....

Ah terima kasih tuhan, engkau memberi kenikmatan yang luar biasa melalui kopi....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-6231296625063992588?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/6231296625063992588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=6231296625063992588&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/6231296625063992588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/6231296625063992588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/07/kopi.html' title='KOPI'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-6064568716846100610</id><published>2008-06-22T17:51:00.000-07:00</published><updated>2008-06-22T17:52:21.479-07:00</updated><title type='text'>Uang Setan</title><content type='html'>Di perjalanan menuju kampung di kereta api kebetulan saya duduk bersebelahan dengan orang tua. Kembali saya memperoleh pelajaran, ia yang usianya sekitar 50 tahunan sepertinya telah cukup merasakan asam garam hidup ini. Ia berceritera panjang lebar tentang kehidupan yang telah ia lalui sekitar hampir 50 tahun.
Ada ungkapan yang selalu ia gaungkan dalam percakapan sekitar dua jam di kereta. “Uang setan akan dimakan jin”, ujarnya berulang kali. Ketika saya kerja sekitar 20 tahun lalu, setiap hari saya memperoleh uang yang bukan hak, bukan hasil keringat sendiri dan jumlahnya banyak kala itu, namun ternyata hasilnya benar-benar sama sekali tidak berbentuk. Selalu saja ingin mengeluarkan dana yang diperoleh untuk hal-hal keduaniwian ujarnya, kebahagiaan yang diperoleh adalah semu, tak menentu. Begitu pula dengan keluarga, mereka sering sakit-sakitan, kurang berkah, mungkin efek dari itu juga, ujarnya. Mendingan sekarang ini, saya memperoleh penghidupan dari keringat sendiri, walaupun tidak besar namun terasa nikmatnya dan penuh berkah, dan tentu saja uangnya dapat terbentuk menjadi barang di rumah.
Dan kemudian percakapan tidak terasa terus berlangsung dan membicarakan hal-hal kehidupan, dan obrolan ini harus terhenti ketika kereta telah sampai di Haur Geulis, Indramayu karena ia harus turun di sana, bertemu keluarganya. Ia memberikan pelajaran berharga, bahwa jangan sia-siakan waktu kerja, karena hak yang kita peroleh harus berasal dari hasil kerja kita.
Cerita kehidupan adalah merupakan pelajaran bagi hidup ini, ternyata dapat kita peroleh di manapun kita berada. Dan saya peroleh serpihan pelajaran kehidupan di kereta ketika menuju kampung halaman minggu lalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-6064568716846100610?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/6064568716846100610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=6064568716846100610&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/6064568716846100610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/6064568716846100610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/06/uang-setan.html' title='Uang Setan'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-7609386970772692856</id><published>2008-06-16T17:47:00.000-07:00</published><updated>2008-06-16T17:48:27.817-07:00</updated><title type='text'>"Turun"</title><content type='html'>Banyak inspirasi yang dapat diperoleh ketika kita akan menulis sesuatu. Membaca buku atau melihat di internet merupakan salah satu sumber inspirasi dalam  menulis, namun memang biasanya pemikiran yang dihasilkan kurang terlalu orisinil. Sumber lainnya adalah dengan cara menemukan sesuatu melalui pencarian di lapangan atau di luar.
Saya sangat kesulitan dalam mencari topik yang ingin ditulis kalau hanya melalui buku atau sumber referensi lainnya. Nah, ternyata setelah di pikirkan kembali dengan matang, sumber inspirasi menulis adalah ketika sedang ada di luar, ketika dalam perjalanan, ketika sedang main, ketika sedang shopping, pokoknya ketika sedang di luar. Sementara saat ini, aktivitas yang dilakukan lebih banyak di balik meja. Sehinga inspirasi memang sedikit sulit untuk ditemukan. 
Menemukan suatu hal yang baru serta memperoleh hikmah memang sering ditemukan ketika kita sedang di luar, dan hal ini memang telah disadari oleh banyak perusahaan, sebut saja Toyota, yang mengadopsi konsep Genchi Genbutsu, yaitu terjun langsung ke lapangan. Dengan terjun ke lapangan diharapkan dapat mengetahui permasalahan yang terjadi.
Sulit memang bagi saya mencari hal yang baik dan menarik untuk ditulis yang merupakan hasil turun ke lapangan, namun saya sendiri sudah mulai dibiasakan mencari sumber-sumber penulisan tersebut dari hasil terjun ke lapangan, dan hasilnya memang walaupun kecil jika saya perhatian, akan dapat diperoleh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-7609386970772692856?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/7609386970772692856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=7609386970772692856&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/7609386970772692856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/7609386970772692856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/06/turun.html' title='&quot;Turun&quot;'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-6626962306440634910</id><published>2008-05-21T18:20:00.000-07:00</published><updated>2008-05-21T18:21:16.783-07:00</updated><title type='text'>Keras</title><content type='html'>Sebegitu keraskah hati ini?
Ketika memarkirkan keluar dari salah satu kantor, seorang tukang becak dengan sigap membantu menolong kendaraan yang ditumpangi ini untuk keluar dari sebuah kantor, dan hati saya bilang, ah dia hanya ingin membantu, sehingga ibaan ibuku yang duduk dipinggirku untuk memberikan uang barang seribuan untuk tukang itupun aku tidak hiraukan.
Sudah keraskah hati ini..
Sehari berikutnya ketika di lampu merah ada topeng monyet yang bermain-main menontonkan kehebatan gerak liuk tubuhnya dan meminta barang recehan kepadaku, tak aku hiraukan pula, lagi teriakan ibu dan istriku membahana, janganlah kau berlaku lampah seperti itu, lihatlah pamanmu ujar ibuku, walaupun lagi berkendara motor, ia pasti menyempatkan diri memberikan selebaran ribuannya, pamanmu bilang, demi keselamatan, demi kelancaran rizki….
Sudah keraskah hati ini…
Mengapa peminta selau aku kesali, mengapa yang membutuhkan selalu aku benci..
Jika kau ingin keran rizkimu mengalir, maka buat aliran rizki yang telah didapat olehmu kepada yang hak, agar keran rizkimu bertambah besar, ujar teman bijaksanaku..
Sudah keraskah hati ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-6626962306440634910?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/6626962306440634910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=6626962306440634910&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/6626962306440634910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/6626962306440634910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/05/keras.html' title='Keras'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-3086575286089296104</id><published>2008-04-29T19:44:00.001-07:00</published><updated>2008-04-29T19:44:56.530-07:00</updated><title type='text'>Komplain</title><content type='html'>Telah banyak buku, artikel, majalah ataupun yang lainnya menerangkan bahwa pelanggan akan loyal kepada suatu merek jika mereka ditangani dengan baik ketika melakukan komplain. Teori ini memang sudah tidak terbantahkan lagi kesahihannya, sayangnya banyak perusahaan tidak sadar akan hal ini, sehingga mereka mengabaikan suara pelanggan yang masuk dalam bentuk kompalin, saya bahkan pernah mengalaminya, melakukan komplain namun benar-benar tidak dipedulikan.
Dan, belum lama ini saya menyaksikan bagaimana pembuktian bahwa pelanggan yang komplain jika ditangani dengan baik, mereka akan loyal kepada kita. Teman saya yang bekerja di sebuah Distributor perusahaan otomotif (sama dengan saya), kala itu menangani komplain serius. Komplain tersebut datang dari luar daerah. Pelanggan mengeluhkan terdapat sesuatu dengan kendaraannya, dan kebetulan kala itu penanganan di Dealer kurang optimal, sehingga pelanggan mengeluhkan sampai ke tingkat Distributor. Akhirnya teman saya kemudian dari jarak jauh memandu pelanggan dan Dealer tersebut dalam menangani komplain tersebut, dibantu dengan pihak terkait di internal Distributor sehingga teman saya dan tim berhasil menangani komplain tersebut secara tuntas, dan pelanggan pun menyatakan puas atas hasil tersebut.
Beberapa hari lalu, di lobi kantor datang seorang tentara. Petugas security tergopoh ke atas, ”Pak, ada perwira TNI yang menanyakan tentang produk baru yang akan diluncurkan, kira-kira siapa yang akan menanganinya”, ujarnya. Memang sangat jarang pelanggan atau seseorang yang datang ke Distributor untuk membeli atau menanyakan kendaraan, biasanya langsung ke Dealer penjual, karena Distributor tidak menjual kendaraan. Dan selanjutnya diputuskan teman saya turun ke bawah. Di bawah, ia bertemu dengan perwira tersebut, ia kemudian melihat nama perwira tersebut yang tertempel di seragam ABRInya, ternyata namanya sama dengan yang pernah ia tangani melalui komplain beberapa waktu sebelumnya. Dan ia langsung menebak, dan ternyata benar Bapak ini adalah pelanggan yang ia tangani sebelumnya, sehingga percakapanpun mengalir dengan cepat. Bapak ini ternyata ingin melihat kendaraan yang beberapa hari lagi akan diluncurkan, ia memohon agar dapat melihat sebentar kendaraan baru tersebut. Dan permintaan tersebut dikabulkan, dan setelah melihat kendaraan tersebut, ia berkata, saya adalah orang yang pertama yang akan mengendarai kendaraan ini di Makasar......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-3086575286089296104?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/3086575286089296104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=3086575286089296104&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/3086575286089296104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/3086575286089296104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/04/komplain.html' title='Komplain'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-2851954218808808922</id><published>2008-04-22T21:19:00.000-07:00</published><updated>2008-04-22T21:20:17.882-07:00</updated><title type='text'>Syukur...</title><content type='html'>Pagi benar hari ini saya berangkat ke tempat kerja, ditemani si Jalu, Supra kesayangan yang sudah hampir 6 bulan menjadikan pengganti kaki kemanapun pergi melangkah keluar. Namun, sebelum melangkah keluar tempat kosan, di seberang sana, tergeletak beberapa orang yang tidur di pelataran kantor RW. Di jam 7 pagi, mereka masih asik dengan dengkuran yang mereka buat, tiga orang tepatnya. Sepintas saya bisa mengenali satu orang dari mereka. Dia adalah tukang ojeg motor langgananku sebelum ada si Jalu.
Dengan berbungkus sarung butut, ternyata ia dengan lelapnya tertidur, tanpa menghiraukan lingkungan, entahlah, Adzan subuhpun mungkin ia cuekan tadi pagi.
Datanglah seorang anak kecil menghampiri salah satu dari mereka, sekitar 7 tahun usianya, dan membangunkan salah saatunya. Pak bangun, minta uang untuk sekolah ujarnya, sambil mengguncang-guncang tubuh besar yang ia bangunkan…

Pelajaran bagi diri ini, jangan sia-siakan hidup yang penuh kelimpahan ini…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-2851954218808808922?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/2851954218808808922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=2851954218808808922&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/2851954218808808922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/2851954218808808922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/04/syukur.html' title='Syukur...'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-4813390050275077318</id><published>2008-04-09T21:09:00.000-07:00</published><updated>2008-04-10T02:05:43.839-07:00</updated><title type='text'>Proses</title><content type='html'>Entah apa yang melintas di fikiran ini, langsung teringat masa ketika SD, kala itu sungguh gembira hati ini, karena akan berangkat ke Jakarta. Maklum tidak sering saya ke Jakarta
Menghadiri pesta pernikahan paman di Jakarta, ujar ibuku menerangkan maksud tujuan ke Jakarta. Sorak membahana, hidup Jakarta, ujarku yang selama ini hidup di Majalengka yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Dan tibalah saatnya berangkat, naik mobil carteran, karena sebagai anak pegawai negeri dengan ibu yang hanya mengurus rumah tangga, mana sanggup membeli mobil, sekalipun Carry...
Masih terngiang kebahagiaan naik mobil bersama keluarga, sunguh indah nian ketika berada di dalam mobil, celengak celinguk menikmati pemandangan dan apapun yang sedang di lewati. Bahagia.
Itulah hal yang dialami ketika masih kecil, belum pun datang di Jakarta, di perjalanan hati sudah riang. Tiba di Jakarta hati juga riang, setiap moment begitu indah.
Dua hari di Jakarta, walaupun udara panas, namun tetap tidak membuat hati gerah.
Dan ketika pulang pun hati ini senang, di mobil tidak bosan-bosannya saya bergembira. Di jalan bergembira. di mana-mana bergembira.
Itulah hidup masa kecil, setiap moment merupakan moment yang berbahagia. Di masa kecil kita tidak berfokus kepada tujuan saja, namun juga kepada proses. Setiap proses yang dilewati, dinikmati dengan senang hati.
Setiap perjalanan, entah itu ke mana saja, membuat hati selalu senang...
Ternyata benar apa yang dikatakan Eckhart Tolle, dalam bukunya The Power of Now, kebahagiaan itu adalah sekarang, setiap proses yang kita lalui merupakan masa-masa yang indah, tanpa perlu menunggu esok lusa.  Sayang jika saat ini kita memikirkan hal-hal yang tidak perlu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-4813390050275077318?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/4813390050275077318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=4813390050275077318&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/4813390050275077318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/4813390050275077318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/04/proses.html' title='Proses'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-4747230070281673145</id><published>2008-04-06T19:04:00.001-07:00</published><updated>2008-04-07T19:29:21.154-07:00</updated><title type='text'>Gerbong 3</title><content type='html'>Di gerbong 3 paling ujung, hari itu saya mendapatkan tempat duduk di ketera api akhir pekan yang akan menuju Cirebon dari Jakarta. Beruntunglah, walaupun di ujung belakang saya memperoleh tempat duduk, biasanya kalau di akhir pekan, jika tidak memesan tiket terlebih dahulu pastilah tidak memperoleh tempat duduk.
Saat itu di sebelah, seorang wanita muda terfokus kepada ipodnya sehingga tak ada kesempatan bagi saya untuk sekedar ngobrol barang sejenak dengannya, karena ia sangat fokus dengan lagu yang suaranya sampai terdengar olehku, padahal ia gunakan headphone. Akhirnya, sayapun bergegas mengikuti gaya wanita disebelah, mengambil headphone dan langsung mendengarkan musik dari lagu yang tersimpan di Nokia saya, terdegarlah lantunan merdu dari Seal, Kiss of Roses….ah.. jaman sudah edan, semuanya jadi egois.
Namun akhirnya saya mulai tertarik dengan keluarga yang duduknya di pinggir seberang, keluarga dengan dua orang anak, satu usianya berusia kira-kira delapanan tahun dan satu lagi, bayi lucu, umurnya 6 bulan, gemuk, putih, ah benar-benar lucu, langsung teringat dengan anak sendiri yang usianya tidak jauh dengannya.
Di akhir pekan, memang banyak penumpang yang tidak kebagian tiket, sehingga di sebelah saya terdapat beberapa orang yang duduk di bawah, mengampar koran. Sudah tidak aneh lagi di kereta, jika sudah penuh, pihak Kereta Api masih menjual tiket berdiri, dan penumpang berdiri tidak hanya di bisnis saja, melainkan juga di executive juga ada. Pokoknya kalau akhir pekan pasti ramai. Nah, kebetulah di sebelah bawah seorang bapak yang duduk mengampar di bawah tertarik dengan bayi tersebut, sehingga terus menggodanya, dan bayi yang lucu itu pun tersenyum simpul dan terus memperhatikan bapak tersebut. Namun yang saya heran ternyata Bapak bayi tersebut hanya menatap kosong, sulit tersenyum, tidak seperti biasanya jika seorang Bapak memiliki bayi pastilah bayi tersbut akan digendong dan digodanya. Namun tidak dengan bapak muda ini. Dia hanya tercenung. Kebetulan ia tidak duduk di kursi namun menghadap tempat duduk anak2 dan istrinya, ia hanya menatap kosong kepada anak-anaknya.
Kemudian mulailah percakapan seorang bapak yang duduk di bawah yang mulai menggoda bayi tersebut dengan orangtua bayinya. Aduh lucu bayinya, sudah berapa bulan?, enam bulan ujar ibunya, kecil-kecil sudah jalan-jalan nih si kecil ujar bapak tersebut, dan mulailah pembicaraan mengarah ke serius, dan saya pun karena mulai tertarik, akhirnya melepas headphone, iya si dede habis ke dokter di RS Harapan Kita, ujar ibunya, ia harus di operasi bulan depan om, jantungya tidak berfungsi dengan normal, sehingga harus buru-buru di operasi, karena kata dokter, jika tidak buru-buru akan infeksi ke jantungya. Kita juga kaget, si dede yang sehat ini punya kelainan jantung, gejalanya sering batuk, susah minum susu, karena cepat sekali capek dan terengah-engah, terus kagetan, malam ini saja dede tidak tidur karena di Jakarta ribut terus. Lihat aja sekarang ini, matanya ngantuk sekali, tapi gak bisa tidur om, sedikit saja ada gangguan ia terbangun, ujar ibunya, dan diiyakan oleh suaminya yang sepertinya memikirkan sesuatu…
Dan saya pun langsung teringat si kecil yang di rumah…..
Doain ya om, mudah-mudahan kita ada dana….ujar ibunya….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-4747230070281673145?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/4747230070281673145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=4747230070281673145&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/4747230070281673145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/4747230070281673145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/04/gerbong-3.html' title='Gerbong 3'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-9124072775505095978</id><published>2008-03-24T20:10:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T13:09:45.586-07:00</updated><title type='text'>Nasib</title><content type='html'>Saya tidak membayangkan bisa menyekolahkan anak seperti sekarang ini, ujar ia lirih penuh dengan kebanggaan.
Di kereta sore itu saya tidak sengaja duduk dengan bapak tua yang naik dari Jatibarang, sedangkan saya naik dari Cirebon, kita akan menuju Jakarta.
Percakapan di mulai dengan Suharto yang meninggal hari itu, ia hanya bergumam, seharian saya tidak lihat televisi, saya sedang asik mengopeni bebek seharian, baru tahu tadi lihat sebelum berangkat ke stasiun.
Dan mulailah pembicaraan berkembang kesana kemari, diiringi sedikit tawa jika keluar hal lucu dari mulutku atau mulutnya.
Ia setiap minggu hilir mudik dari Tangerang ke Jatibarang, kerja di Tangerang, di bengkel skala menengah, dan akhir pekan bertemu keluarga di Jatibarang.
Belasan tahun lalu, ia memboyong istrinya ke Tangerang, dengan modal bekerja di bengkel ia nafkahi istri dan kedua anaknya. Ketika anaknya akan masuk SD ia tertegun, biaya yang harus dikeluarkan di kota Tangerang untuk menyekolahkan anaknya tidaklah cukup hanya dari bengkel, benar-benar berat, ia tak bisa membayangkan bagaimana nasib kedua anaknya kelak.
Ia hanya bisa termenung.
Akhirnya, pokoknya pekerjaan apapun ia lakukan untuk menyekolahkan anaknya, disela bekerja di bengkel, ia mencari tambahan, mulai dari mengumpulkan sampah botol plastik ataupun kardus, pinjam cangkul ke tetangganya untuk menggarap tanah kosong dan sebagainya.
Saya tidak sanggup kala itu, matanya berkaca-kaca, mengingat masa lalu.
Namun ternyata nasib berubah, istrinya yang kala itu menganggur diterima bekerja sebagai pegaawai negeri di kampung asalnya, Jatibarang. Dan akhirnya istrinya memboyong kedua anaknya ke kampung halaman, sementara ia tetap tinggal di Tangerang.
Dan begitulah, setiap minggu ia hilir mudik Tangerang Jatibarang, sudah puluhan tahun. Dan sekarang ia telah menjadi mandor di bengkel tersebut.
Jika pulang kampung, ia senang jalan-jalan di kampungnya menyusuri sawah serta mengopeni bebek yang ia pelihara.
Saat ini beliau dan istrinya tengah menyekolahkan dua anaknya di universitas dan satu di sekolah menengah.
Beliau hanya berkata, dalam hidup ini jika kita baik, alam akan baik kepada kita.
Ini mas ada makanan kecil, istri saya selalu membawakannya jika mau ke Tangerang, buat mengganjal perut...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-9124072775505095978?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/9124072775505095978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=9124072775505095978&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/9124072775505095978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/9124072775505095978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/03/nasib.html' title='Nasib'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-8356550834597692473</id><published>2008-03-05T20:19:00.000-08:00</published><updated>2008-09-09T13:08:11.411-07:00</updated><title type='text'>Kontribusi</title><content type='html'>Semakin dia disanjung, semakin dia memberikan kontribusi besar pada dunia, pada lingkungan, pada masyarkat sekitar, pada keluarganya, pada dirinya.
Kontribusi yang dia bangun, tidak hanya kontribusi positif melainkan juga kontribusi negatif. Namun apalah artinya memberikan kontribusi negatif, karena hal tersebut akan merendahkan kita di mata orang lain.
Lihatlah orang-orang yang namanya harum semerbak, selalu dikenang sebagai pahlawan bagi orang lain dan dijadikan contoh bagi kehidupan, cerita-cerita mereka diabadikan dalam sebuah tulisan, drama, puisi, film, bahkan cerita legenda.
Indah sekali rasanya bila diaggap sebagai pahlawan, apalagi ketika kita masih hidup sudah dianggap pahlawan oleh orang banyak.
Pencarian sosok pahlawan atau panutan seringkali kita lakukan sebagai manusia untuk mencari kira-kira laku lampah mana yang baik yang dapat dijadikan acuan kita dalam berlaku. Saking getolnya kita mencari sosok itu, hingga lupa kepada diri sendiri. Padalah banyak suara bijak berbisik bahwa setiap manusia mempunyai kelebihan yang tak bertepi, unlimited. Sehingga kita sebagai manusia dapatlah menjadi pahlawan. Minimal pahlawan bagi dirinya.
Negara kita saja memperdebatkan siapa-siapa yang berhak menyandang gelar tersebut, ah, ngapain mikirin hal itu, yang pasti saya hanya merasa ada satu syarat yang musti dilakukan agar kita layak diberikan gelar pahlawan, yaitu memberikan manfaat bagi orang lain. Dengan melakukan hal tersebut selayaknya kita dapat menjadi pahlawan. Sangat mudah.

&lt;em&gt;Bahkan sebuah bintang kecil pun bersinar dalam kegelapan
(Pepatah Finlandia)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-8356550834597692473?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/8356550834597692473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=8356550834597692473&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/8356550834597692473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/8356550834597692473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/03/kontribusi.html' title='Kontribusi'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-3246053797187501384</id><published>2008-02-17T23:28:00.000-08:00</published><updated>2008-02-17T23:29:56.446-08:00</updated><title type='text'>Adzan  Terindah</title><content type='html'>Jakarta banjir, begitu pula di sekitar kantor Jumat itu, saya dengan rekan berusaha keluar darinya. Dengan menggunakan mobil teman, diiringi perasaan sedikit was-was kita keluar dari jebakan tersebut. Dan akhirnya, setelah lepas dari jebakan banjir, saya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman, karena memang kebetulan besoknya libur akhir pekan. Namun sebelum pulang ke Majalengka, saya mampir terlebih dahulu ke Bandung, melihat usaha yang dimiliki dan juga rekan-rekan pengelolanya.
Sore itu, tanpa mengalami hambatan, saya langsung menuju Bandung, dan langsung ke tempat rekan-rekan yang kala itu dikabarkan sakit. Dan ternyata ketika saya melihat mereka, keduanya terkapar, yang satu sakit flu berat, dan yang satunya lagi sakit gejala deman berdarah. Sudah 2 hari bisnis kita tutup kerena keduanya sakit.
Di malam yang tidak ceria itu, saya memberikan dukungan kepada keduanya, dengan candaan untuk mendorong mereka menjadi bersemangat. Entah mengapa, malam itu suasana memang tidak seperti biasanya, tidak ada senyum ceria dari mereka. Mereka tergolek lemah. Rekanku Jamil [Abeng] yang selama ini selalu ceria tak mampu lagi tersenyum walau hanya sesaat, badannya sedang bertarung dengan sakit yang dideritanya.
Akhirnya saya pun pergi tidur dan langsung terlelap malam itu.
Betapa kagetnya ketika Jamil membangunkanku pukul 4 lebih 15 pagi. Ia berbisik lembut di telingaku, “ Bapak sudah tiada”, aku langsung kaget “ Inna lillahi wan inna ilaihi roojiun”, sontakku. “Mau pergi sekarang atau nanti siang a”, ujarnya tabah. Aku jawab “Berangkat sekarang saja, tapi tunggu pukul 5 pagi, karena bis yang ke Majalengka adanya pukul 5 pagi dari Bandung”.
Tanpa menunggu waktu langsung kita bersiap dan berangkat menuju Majalengka.
Di tengah perjalanan, saya hanya terdiam, dan sesekali melirik sahabat saya itu, hati ini miris, seumur hidupku, baru kali ini saya menemani orang yang akan melihat ayahnya pergi untuk terakhir kalinya.
Di perjalanan, ia hanya terdiam dan terdiam, sesekali mendapatkan telepon dari keluarganya, mereka bertanya, sudah sampai di mana?, dan setiap lima belas menit telepon berbunyi lagi untuk menanyakan posisi terakhir. Dan begitu seterusnya.
Keluarganya di telepon berkata, bahwa mereka tinggal menunggu Jamil, jika ia sudah datang dan melihat ayahnya untuk terakhir kali, langsung akan dimakamkan.
Kala itu saya langsung teringat kembali ke masa lampau, ayahnya adalah sahabat ayahku, sama-sama penggemar tenis meja. Mereka bersahabat sedari kecil, begitu pun aku dan Jamil, kita bersahabat sedari kecil, juga hobi bermain tenis meja. Sudah 2 tahun terakhir ayahnya sakit keras.
Serasa waktu merenggut kita kala itu, mobil bis yang kita tumpangi rasanya tidak sampai-sampai. Setelah tiga jam setengah, akhirnya kita sampai ke Majalengka, langsung menuju rumah Jamil.
Di rumah duka, ia bertemu dengan ayahnya yang telah tiada untuk terakhir kalinya, ia cium kening ayahnya. Air mata yang tertahan selama di perjalanan, akhirnya merembes di pipinya.
Jenazahnya langsung dibawa ke pemakaman.
Di pemakaman, liang lahat yang sudah dipersiapkan telah menunggu jasad ayahnya. Dan sebelum jasadnya diturunkan. Adzan berkumandang……hatiku langsung teriris… inilah Adzan terindah yang aku dengar, indah sekali…indah dan saya serasa diingatkan….
Ketika kita lahir kedua telinga kanan dan kiri di kumandangkan adzan dan akhirnya ketika kita meninggal kitapun dimumandangkan adzan…
Kullu nafsin dzaaiqatul maut.
AllahumaghfirlaHu warhamHu wa’afiHi Wa’fuanHu…
Usia ayahnya sama dengan usia nabi Muhammad ketika wafat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-3246053797187501384?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/3246053797187501384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=3246053797187501384&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/3246053797187501384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/3246053797187501384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/02/adzan-terindah.html' title='Adzan  Terindah'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-7782437600464370985</id><published>2008-01-14T20:40:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T20:44:41.085-08:00</updated><title type='text'>2 Kejadian Penting</title><content type='html'>Sebulan lalu, 2 kejadian menimpa saya dalam waktu berdekatan. Kejadian yang mengguncang hati sekaligus memberi peringatan dan pelajaran.
Waktu itu, ketika saya berencana berangkat ke Bandung dari Malengka dan kemudian diteruskan ke Jakarta. Tujuan transit dulu ke Bandung adalah menghadiri pernikahan kawan kantor. Tidak seperti biasanya, saya ke Bandung kali ini menggunakan sepeda motor di bonceng oleh adik saya yang kebetulan akan ke Bandung. Sebelum berangkat, hati memang sudah tidak enak, entah kenapa, ketika di perjalanan akhirnya saya bertabrakan dengan motor, walau sudah hati-hati, namun kecelakaan tersebut tidak terhindarkan (maaf tidak diterangkan mengapa sampai terjadi kecelakaan tersebut). Di jalan raya yang besar tersebut banyak kendaraan yang simpang siur, kita dinaungi oleh-Nya.
Kami di tolong oleh masyarakat sekitar, akhirnya kami di ajak ke rumah seseroang yang menolong, ia begitu ramah, memberi makanan dan minuman, menenangkan, dan menyediakan tempat tidurnya untuk kami. Ia tidak fokus terhadap masalah yang terjadi melainkan memfokuskan terlebih dahulu akan orang yang celaka. Di rumahnya ini, yang dindingnya tidak bertembok namun hanya menggunakan bilik, saya memperoleh anugrah, ditemukan dengan orang yang senang dan tulus menolong. Dan pada hari itu juga saya melanjutkan perjalanan ke Bandung.
Sekitar 3 minggu setelah kejadian itu, saya pulang dari Jakarta menuju kampung halaman, Majalengka, dengan buru-buru saya berangkat dari kantor menuju Gambir, menggunakan ojeg motor agar cepat sampai agar tidak ketinggalan kereta, sudah kangen sama anak dan istri di kampung, namun di tengah perjalalan saya mengalami kecelakaan lagi, menabrak mobil, jatuhlah saya di tengah jalan raya yang ramai, di beberapa tempat saya mengalami luka, ketika jatuh tersebut di tengah jalan raya, saya di tolong oleh orang-orang, dipinggirkanlah saya dengan di gendong oleh dua orang, saat itu saya benar-benar tidak dapat berdiri.
Dua orang ini begitu perhatian dan ramah, ia tunggui saya, kemudian memberi saya obat luka, dan ketika saya bisa benar-benar berdiri dan pulang, kedua orang ini memapah saya menuju taksi yang mengantarkan saya kembali ke tempat kosan. Minggu itu saya tidak dapat menemui keluarga di kampung.

Kejadian ini memberikan hikmah besar bagi saya, bahwa jika bepergian namun tidak enak hati, saya harus berfikir lagi, apakah jadi atau tidak, yang kedua, jika menggunakan kendaraan kita harus hati-hati dan melihat sekitar, walau kita sudah hati-hati mungkin saja orang lain tidak hati-hati dan yang terakhir saya memperoleh hikmah penting, bahwa masih banyak orang yang tulus menolong di sekitar kita. Terima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya dengan tulus...

Terima kasih Tuhan, saya selalu diingatkan.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-7782437600464370985?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/7782437600464370985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=7782437600464370985&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/7782437600464370985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/7782437600464370985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/01/2-kejadian-penting.html' title='2 Kejadian Penting'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-8959176558880383705</id><published>2008-01-08T19:48:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T00:16:40.812-08:00</updated><title type='text'>Konsisten</title><content type='html'>Beberapa waktu lalu saya datang ke suatu dealer resmi Toyota, tentu saja untuk melakukan perbaikan mobil yang sudah masanya untuk di service, maka datanglah saya ke Dealer A (dirahasikan namanya, karena menyangkut etika), dan alangkah terkejutnya saya ketika di area parkir Dealer mendapati tempat parkirnya penuh, kebetulan hari itu saya masuk pada jam yang sibuk di bengkel, namun salah seorang security di Delaer tersebut proaktif menawarkan bantuan, ’Silakan bapak langsung saja ke dalam, nanti parkirnya saya carikan, mohon kuncinya di tinggal saja’, wah ternyata securitynya baik sekali, seperti di Hotel saja, memberikan bantuan untuk memarkirkan mobil (valet), namun sudah tentu di bengkel ini gratis, tanpa harus bayar layaknya di hotel. Dan setelah pulang dari bengkel tersebut, saya merasa puas karena dari awal di layani dengan baik.
Kemudian di lain waktu saya datang lagi ke bengkel tersebut, dan kebetulan pada waktu itu bengkel tersebut ramai sehingga parkirnya penuh, namun karena sebelumnya saya pernah memperoleh pengalaman yang baik di bengkel ini, maka sayapun langsung yakin pasti akan di bantu untuk mencarikan tempat parkir. Namun, ternyata hal tersebut tidak terjadi, security yang ada di sana bilang kepada saya, ”Maaf pak, parkirnya sudah penuh”, tanpa memberikan solusi, akhirnya saya tidak jadi service di bengkel tersebut, dan memutuskan mencari bengkel lain, maka datanglah saya ke bengkel B. Ketika sampai di bengkel ini, saya langsung memarkir kendaraan, dan pada waktu itu securitynya dengan sigap mendatangi dan menunggu di luar mobil sampai saya ke luar dari mobil, dan ketika saya keluar, ia dengan sigap pula mendampingi saya menuju showroom, dan dengan ramah ia menunjukkan tempat yang saya akan tuju.
Akhirnya saya yang sudah punya pengalaman tidak enak dengan Dealer A memutuskan untuk pindah ke bengkel B untuk melakukan service.
Dan saya pun datang keduakalinya ke bengkel B, saat datang ke bengkel, saya di sapa oleh seorang satpam yang ramah, kemudian ia menunggu sampai saya keluar dari mobil dan kemudian mendampingi saya menuju showroom dan menunjukkan tempat yang akan saya tuju.

Saya memperoleh pelajaran dari kejadian ini, bahwa pelayanan yang hebat (di tunjukkan oleh Dealer A) ternyata akan bermasalah jika tidak dijalankan secara konsisten. Sementara pelayanan yang biasa saja atau baik namun dijalankan dengan konsisten akan lebih di hargai...

If we serve customer, we have to be consistent&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-8959176558880383705?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/8959176558880383705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=8959176558880383705&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/8959176558880383705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/8959176558880383705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/01/konsisten.html' title='Konsisten'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-8563805679593317659</id><published>2008-01-03T18:58:00.000-08:00</published><updated>2008-01-11T17:50:27.313-08:00</updated><title type='text'>Mug Indah</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/R32nNZjdC4I/AAAAAAAAABY/E9BzVpxgn-0/s1600-h/IMG_2324.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151457397421443970" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="166" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/R32nNZjdC4I/AAAAAAAAABY/E9BzVpxgn-0/s320/IMG_2324.JPG" width="244" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di sela kesibukan saya bekerja, seseorang teman tiba-tiba menghampiri saya, kemudian ia memberikan sesuatu kepada saya, ia bilang, Man ini ada hadiah buat si kecil, ia sodorkan dalam bungkusan. Dia memberikan suatu hadiah mug dan di dalamnya ada pakaian buat bayi, kemudian mug yang di dalamnya terdapat pakaian tersebut di bungkus dengan plastik berwarna. Saya ucapkan terima kasih, menurutku ini merupakan salah satu bentuk care seorang teman yang baik, namun saya lebih terkejut lagi ketika membuka bungkusan yang menutup mug tersebut, ternyata mug tersebut bergambarkan kumpulan foto anak-anak saya, &lt;em&gt;surprise&lt;/em&gt;...
Selama ini memang saya biasa hampir tiap dua minggu menyebarkan gambar-gambar anak saya melalui email kepada teman-teman kantor untuk memberikan kabar mengenai pertumbuhan anakku, karena di kantorku hal tersebut sudah biasa (katanya kita semua adalah keluarga), dan tak dinyana, temanku secara tiba-tiba memberikan surprise mug bergambar anakku.
Yang aku fikirkan sekarang adalah bagaimana temanku itu terus mengumpulkan foto anakku selama berbulan-bulan kemudian mencari pengrajin mug yang bisa menempelkan foto anakku, kemudian menghabiskan waktunya untuk hal tersebut, ah, dia mungkin sudah menghabiskan waktu untuk hal ini.
Thanks mbak Prim.
Jika hal ini di terapkan di bisnis, yaitu memberikan pelayanan yang surprise, barang tentu pelanggan akan terhenyak dan sulit melupakan moment tersebut, dan akhirnya loyal kepada kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-8563805679593317659?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/8563805679593317659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=8563805679593317659&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/8563805679593317659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/8563805679593317659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/01/mug-indah.html' title='Mug Indah'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/R32nNZjdC4I/AAAAAAAAABY/E9BzVpxgn-0/s72-c/IMG_2324.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-3543462680307212514</id><published>2008-01-01T23:18:00.000-08:00</published><updated>2008-01-02T21:48:27.284-08:00</updated><title type='text'>Komunitas Eksotis</title><content type='html'>Saat ini memang tidak mudah mencari orang yang tulus membantu. Di kota besar malah sudah mulai terbentuk kehidupan yang individualistis, kalau bukan urusan saya, maka tidak akan dipedulikan urusan orang lain. Lingkungan sekitar pun sudah tak dipedulikan lagi. Sudah banyak orang yang kesulitan untuk melakukan sosialisasi dengan masyarakat sekitar karena memang sudah mulai terjebak dengan rutinitas kerja yang sangat menyedot waktu, sehingga waktu merupakan perhiasan yang amat berharga saat ini, yang pada akhirnya kita mulai tidak peduli.
Alangkah indahnya bila kita menemukan tidak hanya individu yang tulus namun malah komunitas yang tulus, dan ternyata saya temukan komunitas tersebut di negeri ini.
Ketika liburan lalu saya berangkat ke pulau yang kata orang merupakan salah satu pulau terbaik di jagad ini, pulau yang dikata lebih masyur daripada nama negaranya, Bali, saya menemukan secercah keindahan yang jarang ditemui.
Ketika itu, salah satu alternative terbaik mengelilingi pulau ini adalah dengan menggunakan sepeda motor, agar lebih menikmati proses perjalananannya dan menikmati segarnya udara Bali. Akhirnya saya memilih sepeda motor untuk mengelilingi beberapa tujuan wisata di pulau Bali. Tentu sepeda motor sewaan.
Di mulai dari Denpasar menuju Kuta, di persimpangan jalan saya kebingungan mencari jalan yang tepat, akhirnya saya membuka peta di pinggir jalan, masih di atas sepeda motor, ketika sibuk mencari jalan di peta, saya dihampiri oleh seseorang, dan ia pun dengan ramah menanyakan ke mana tujuan saya, dan akhirnya ia pun menunjuk jalan yang akan saya tuju.
Sudah hampir satu kilometer dari tempat tadi saya mulai kebingungan lagi mencari jalan, sehingga terpaksa lagi membuka peta, namun ketika membentangkan peta kembali, seseorang yang mengendari sepeda mendekati, dan berkata, what can I do for u sir?, untuk kedua kalinya aku di bantu kembali, dan akhirnya saya dengan menggunakan bahasa Indonesia tentunya menanyakan kemana tempat yang akan di tuju, dan ia pun dengan ramah memberitahukan jalan tersebut. Ternyata saya sudah mulai merasakan ketulusan di pulau ini, dan yang ketiga, saya akan mencoba apakah hal tersebut apakah akan terulang lagi?, dan kemudian tidak jauh dari tempat itu, secara sengaja saya buka kembali peta, dan benar, sayapun dihampiri lagi oleh seorang pengendara motor, what can I do for u sir….
Sungguh komunitas yang eksotis…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-3543462680307212514?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/3543462680307212514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=3543462680307212514&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/3543462680307212514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/3543462680307212514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2008/01/komunitas-eksotis.html' title='Komunitas Eksotis'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-6080749829810479501</id><published>2007-12-20T16:42:00.000-08:00</published><updated>2007-12-20T16:43:31.030-08:00</updated><title type='text'>3 Bungkus Kopi</title><content type='html'>Seorang bapak tua, kira-kira umurnya sekitar 60 tahunan, menyapa 2 orang temanku, pengelola toko ini, dengan sapaan yang ramah, ia sapa pula aku dengan ramah.
Ia penggemar tenis meja yang fanatik, sama denganku, boleh dibilang ia sangat sangat fanatik, sebentar sebentar dari mulutnya keluar kata-kata spin, smash, chop, karet Mark V, kayu Butterfly, flick, footwork, bintik setan dan hal lainnya yang tentu saja ulasan yang ia lontarkan berkenaan dengan dunia tenis meja. Bapak tua itu begitu bersemangat jika berceritera tentang tenis meja, tidak habis satu katapun bila berceritera tenis meja, semangatnya berkobar jika disinggung mengenai tenis meja. Bapak itu memperlihatkan umur tidak jadi patokan untuk tidak bersemangat, pelajaran pertama darinya mengenai tidak pernah pupus harapan dan semangat.
Hari itu, ia datang ke toko ini, toko khusus peralatan tenis meja, kebetulan aku sedang berada di toko ini. Di toko ini, Ia kemudian keluarkan 3 bungkus kopi dari kantongnya, dan ia bilang kepada temanku, pengelola toko, Seduh ya mas. Kebetulan di toko ini terdapat 2 orang pengelola toko, jadi jumlahnya 3 dengan bapak tua itu, dan ia membawa 3 bungkus kopi siap di seduh, dan ia berkata kepadaku mohon maaf hanya membawa 3 bungkus dan ia menawarkanku satu bungkus bagiannya untukku, dan aku serta merta menolak dengan halus, dan berkata kepadanya bahwa barusan sudah ngopi, walau kenyataannya belum.
Ah baiknya pak tua ini pikirku, ia datang ke toko ini tidak hanya sekedar untuk membeli perlengkapan tenis meja saja, melainkan juga dengan membawa 3 bungkus kopi siap seduh. Pelajaran kedua darinya, ia berbagi.
Menurut temanku yang juga pengelola toko tersebut, setiap pak tua datang ia selalu membawa sesuatu, entah makanan, minuman ataupun lainnya. Dan jika di toko ia bisa menghabiskan waktu sampai 2 jam hanya untuk sekedar mengobrol saja.
Pak tua ini akhirnya mengobrol denganku, kebetulan di toko itu tersedia beberapa kursi sehingga pelanggan dapat duduk dan mengobrol di sana, ia berceritera bahwa ia merasa nyaman di toko ini, pengelolanya ramah, faham tentang tenis meja dan asik bila diajak ngobrol, dan yang pasti katanya ia selalu diantarkan menyebrang jalan jika menggunakan angkot (angkutan kota).
Pelajaran ketiga, aku dapatkan dari para pengelola toko itu, bahwa melayani dengan ramah dan tulus akan memperoleh ganjaran, dan hari itu ganjaran yang mereka dapat adalah pelanggan membeli produknya dan memberi kopi...
Ah, wangi benar kopinya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-6080749829810479501?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/6080749829810479501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=6080749829810479501&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/6080749829810479501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/6080749829810479501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2007/12/3-bungkus-kopi.html' title='3 Bungkus Kopi'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-5692553914502637400</id><published>2007-12-06T18:45:00.000-08:00</published><updated>2007-12-06T18:46:30.459-08:00</updated><title type='text'>BOS</title><content type='html'>Bos, transfer dari Bali tolong di cek. Ujarnya penuh semangat. Hati ini langsung saja tidak enak, Abeng sudah mulai berani memanggil kata-kata yang tidak sesuai dengan pribadi ini. Bayangkan, diri yang masing banyak bon di sana sini, cicilan yang menggunung, perut yang belum kelihatan membuncit, usia yang masih dibilang belum bangkotan, sudah di panggil kata-kata tak pantas tadi, Bos.
Aku langsung mengerahkan kekuatan penuh untuk menekan Abeng, bahwa jengah benar diri ini dipanggil bos, bahkan dengan nada mengancam agar ia tidak lagi memanggil kata tersebut.
Bayangkan betapa gak enak kita dipanggil bos oleh seorang sahabat yang selama ini telah kita kenal.
Namun kata-kata tersebut terus saja keluar dari mulutnya sampai detik ini tidak pernah sedikitpun merubah kekukuhannya memanggil bos.
Bos, sudah makan, Bos sudah di transfer? Bos mau ke mana? Bos, bos, bos...
Bayangkan sampai urusan yang tidak ada hubungan dengan bisnispun ia panggil bos, bahkan dia sudah kurang ajar, di depan orangtuaku ia panggil aku bos.
Tetap saja hati ini tidak terima juga, karena memang tidak pantas. Menurutku bos adalah panggilan buat orang kaya yang penghasilnnya minimal di atas 50 juta, tidak punya utang, perut buncit, sudah punya usia serta berpenampilan gentlemen, nah, aku sendiri belumlah seperti itu.
Dan akhirnya aku punya cara yang tepat agar ia tidak memanggil kata itu lagi, siasatnya ialah ia kupanggil bos. Bos dibalas dengan bos. Impas
Nah, akhirnya iapun mulai goyah pertahanannya, ia jengah, ia kesal.
Bos Abeng, apakah hari ini kita akan datang ke suplier kita, ujarku. Langsung ia ralat pertanyaanku. Bukan menjawab isi pertanyaan tadi, malah menyangkal konteks pertanyaanya. Ia langsung berkata, bos adalah perkataan kurang pantas buatku, ia berseru, yang pantas adalah kau. Tidak kuladeni sedikitpun seruannya itu, hanya senyum simpul saja yang tersungging dimulutku. Dan ia memburu, dan terus aku tak pedulikan seruannya. Dan akhirnya ia menyerah, memberikan bendera putihnya, ia berjanji kata-kata bos tidak akan pernah lagi keluar dari mulutnya. Dan dimulainya kesepakatan damai tersebut, ia nyatakan gencatan senjata, sehingga membuat hati ini lebih tenang.
Namun apa daya, beberapa hari berlalu ia mengkhianati gencatan senjata tersebut, ia panggil aku bos lagi. Dan mulailah aku bosan, bosan perang lagi. Setiap kata berkaitan dengan pemanggilan namaku ia ganti dengan kata bos.
Mulai saat itu, kata-kata tersebut seperti angin lalu, karena telah manancap di alam bawah sadarku. Tidak apalah kataku, karena di kantorpun saya panggil teman sejawatku bos, dan aku panggil mereka juga bos. Di Jakarta semua orang saling panggil dengan kata bos.
Saat ini, kata-kata bos tidak berarti bos.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-5692553914502637400?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/5692553914502637400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=5692553914502637400&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/5692553914502637400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/5692553914502637400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2007/12/bos.html' title='BOS'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-1218398538073082978</id><published>2007-11-29T22:33:00.000-08:00</published><updated>2007-11-29T22:38:47.052-08:00</updated><title type='text'>Kesadaran</title><content type='html'>Sahabat, adalah seorang penyejuk hati, sahabat adalah pengobat hati, sahabat adalah pengisi kekosongan hati.
Begitulah sejak masa kecil, saya mempunyai beberapa orang sahabat yang begitu dekat, yang mengisi kekosongan hati.
Tanpa terasa, usia ini terus bertambah tanpa kompromi. Namun, sahabatku sedari kecil tetaplah menjadi sahabatku.
Seorang sahabat malah sampai saat ini menjadi partner bisnisku, ia adalah Jamil, tetanggaku di kampung dulu.
Kehadirannya dalam hidupku telah banyak membawa warna-warni cerita. Mulai dari menyebalkan, menyenangkan, sampai dengan menyedihkan.
Dan yang terpenting, ia telah mengajariku tentang arti hidup. Ia selalu mengajariku untuk selalu bahagia di setiap saat.
Pergaulannya begitu luas, seluas samudera, banyak orang yang mengenalnya, dan begitu pun sebaliknya.
Senyuman dan keceriaan selalu ia tampilkan keseluruh orang yang ia temui.
Hidupnya selalu dipenuhi dengan kesadaran.
Pernah ia berkata, perbanyaklah senyum, karena dengan senyuman dunia akan tersenyum bersamamu, hingga mereka tidak akan pernah kapok bertemu dengan kita.
Dengannya aku telah banyak belajar kehidupan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-1218398538073082978?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/1218398538073082978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=1218398538073082978&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/1218398538073082978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/1218398538073082978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2007/11/kesadaran.html' title='Kesadaran'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-7346168605093077866</id><published>2007-11-12T22:07:00.000-08:00</published><updated>2007-11-12T23:01:22.259-08:00</updated><title type='text'>Tuk Ibu..</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/RzlFKvBiMwI/AAAAAAAAABI/kEg4lc4DMQs/s1600-h/IMG_0239.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132209301089301250" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 167px; CURSOR: hand; HEIGHT: 271px" height="285" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/RzlFKvBiMwI/AAAAAAAAABI/kEg4lc4DMQs/s320/IMG_0239.JPG" width="182" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;div&gt;Adakah ungkapan yang lebih agung dari terima kasih?
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika ada ungkapan yang lebih agung dari ucapan terima kasih, akan aku persembahkan kata tersebut kepada seorang teman, sahabat sekaligus istriku ….
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena dengan dia, aku telah mengarungi hidup ini dengan banyak hal yang berwarna laksana pelangi indah yang terhampar di angkasa.

Dia telah mengajariku untuk bersabar.
Dia telah mengajariku untuk selalu bersemangat.
Dia telah mengajariku untuk lebih telaten.
Dia telah mengajariku untuk tidak rakus akan dunia ini.
Dan banyak hal lain yang telah ia ajarkan tanpa ia harus berkata-kata…

Tidak ada satu pun yang membuat hati ini bergembira laksana kembang api yang merebakkan apinya.

Tidak ada satu pun yang membuatku bangga akan laku sikapnya.

Dialah ia, teman, sahabat, sekaligus istriku tercinta

Ternyata tanpa disadari, aku sudah hampir 10 tahun mengenal dan dekat dengannya.
Semakin hari semakin aku mengenal ia lebih dekat, lebih tahu, dan lebih faham tentang dirinya.
Dirinya yang lembut, dirinya yang selalu mengalah, dirinya yang sabar, dirinya yang selalu berkorban untuk keluarga.

Ah.. dialah pujaanku.

Tidak terasa, di hari ini, ia telah melewati hari2nya di dunia ini sebanyak hitungan 29 tahun Masehi.

Di usia ini seseorang telah begitu faham dan dewasa menghadapi apa yang ia lalui.
Di usia ini, seseorang telah faham apa yang akan ia tuju.

Semoga ibu tambah semangat mendidik Khosyi dengan didikan positif.

Selamat ulang tahun ya bu… (Ayah dan Khosyi)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-7346168605093077866?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/7346168605093077866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=7346168605093077866&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/7346168605093077866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/7346168605093077866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2007/11/tuk-ibu.html' title='Tuk Ibu..'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/RzlFKvBiMwI/AAAAAAAAABI/kEg4lc4DMQs/s72-c/IMG_0239.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-263529435884270804</id><published>2007-11-07T17:16:00.000-08:00</published><updated>2008-01-11T18:03:13.346-08:00</updated><title type='text'>Pada Akhirnya</title><content type='html'>&lt;em&gt;And in the end, the love you take is equal to the love you make
The beatles&lt;/em&gt;

Beatles, grup musik yang selalu peduli terhadap masalah kemanusiaan ini menyuguhkan ungkapan yang begitu mendalam, membuat kita semakin tersadar akan arti hubungan antarmanusia. Konsep yang di tuangkan oleh beatles sangatlah sederhana, ‘Cinta yang kita terima sama dengan cinta yang kita berikan’, begitulah kira-kira ungkapan di atas.
Apapun yang kita berikan akan ada balasnya, kita menanam, kita menuai itulah kira-kira gambaran tepatnya.
Saya sendiri merasakan bagaimana kata-kata tersebut bekerja pada diri ini.
Contoh kecil saja, ketika saya tersenyum kepada orang lain, orang lain langsung membalas saat itu juga. Ketika saya dengan suka cita menyapa setiap orang yang bertemu, orang lain dengan senyumnya membalas.
Di keseharian, ketika cinta kita sebarkan, banyak tidak terbalas secara langsung, namun saya yakin dengan teori energi. Energi yang masuk sama dengan energi yang keluar. Cinta yang kita keluarkan akan terbalas.
Banyaklah cinta yang kita buat, tanpa harap dibalas.
Sebagai manusia, saya seringkali lupa, lupa membagi cinta tersebut, kadang karena ego, ego sebagai manusia. Tidak mau kalah, merasa lebih tinggi, tidak berfikir positif dan banyak lagi yang lainnya, hingga cinta tersebut tidak keluar dari diri ini.
Saya berusaha terus agar cinta tersebut terus keluar dari diri ini…
Mudah2an saya selalu sadar untuk memberi cinta…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-263529435884270804?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/263529435884270804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=263529435884270804&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/263529435884270804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/263529435884270804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2007/11/pada-akhirnya.html' title='Pada Akhirnya'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-5439871349017178129</id><published>2007-11-07T17:11:00.000-08:00</published><updated>2007-11-07T18:17:00.637-08:00</updated><title type='text'>Indah</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/RzJu6fBiMtI/AAAAAAAAAAw/ZqOAE2mNroQ/s1600-h/Picture+013.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130284876567818962" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 237px; CURSOR: hand; HEIGHT: 168px" height="186" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/RzJu6fBiMtI/AAAAAAAAAAw/ZqOAE2mNroQ/s320/Picture+013.jpg" width="298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tak terkecuali, semua yang INDAH dihargai…

Dihargai oleh hati
Dihargai oleh pikiran
Dihargai oleh pendengaran
Dihargai oleh rasa
Dihargai oleh penciuman
Dihargai oleh tatapan
Dihargai oleh ucapan
Dihargai oleh banyak insan
Bahkan dihargai oleh materi…..

Begitulah hidup
Biarlah hal INDAH saja yang muncul dari KITA…………………&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-5439871349017178129?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/5439871349017178129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=5439871349017178129&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/5439871349017178129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/5439871349017178129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2007/11/indah.html' title='Indah'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/RzJu6fBiMtI/AAAAAAAAAAw/ZqOAE2mNroQ/s72-c/Picture+013.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-7416105206448282096</id><published>2007-10-28T18:26:00.000-07:00</published><updated>2007-10-29T21:34:48.275-07:00</updated><title type='text'>Malu</title><content type='html'>Malu sekali diri ini setelah membaca novel Laskar Pelangi, karya Andrea Hirata. Begitu menyentuh, begitu menginspirasi, begitu dahsyat, baru hari kemarin saya selesaikan buku tersebut. Sungguh terhanyut membaca buku yang menginspirasi ini. Hanya saja tidak merasa beruntung karena baru hari ini membaca buku tersebut, padahal sudah sejak 2 tahun lalu buku tersebut berserakan di toko-toko buku. Dikaryanya saya banyak di buat malu.

Malu karena dengan keadaan nyaman seperti ini saja, masih berani mengatakan malas, malu kepada begitu kerasnya apa yang diusahakan oleh segerombolan orang kampung Belitong untuk menggapai cita-cita walau tanpa harap. Mereka bilang “Di Sekolah ini, kita tidak mendahului nasib kita”. Intinya berusahalah, karena kita tidak tahu nasib kita ke depan.

Dan banyak lagi cerita dan hikmah yang dihamburkan di buku ini.
Luar biasa ceritanya ini tidak terlepas dari Andrea yang mengolah kata-kata, lihatlah contoh rangkaian kata karyanya ini :

&lt;em&gt;Dan ternyata jika hati kita tulus berada di dekat orang berilmu, kita akan disinari pancaran pencerahan, karena seperti halnya kebodohan, kepintaran pun sesungguhnya demikian menjalar.
&lt;/em&gt;
&lt;em&gt;Orang cerdas memahami konsekuensi setiap jawaban dan menemukan bahwa di balik sebuah jawaban tersembunyi beberapa pertanyaan baru. Pertanyaan baru tersebut memiliki pasangan sejumlah jawaban yang kembali akan membawa pertanyaan baru dalam deretan eksponensial. Sehingga mereka yang benar-benar cerdas kebanyakan rendah hati, sebab mereka gamang pada akibat dari sebuah jawaban. Konsekuensi-konsekuensi itu mereka temui dalam jalur-jalur seperti labirin, jalur yang jauh menjalar-jalar, jalur yang tak dikenal di lokus-lokus antah berantah, tiada berujung.
&lt;/em&gt;
Banyak metafor metafor ia keluarkan di bukunya. Ah Indahnya. Saya begitu jadi bersemangat ingin menulis seperti halnya Andrea.
Makasih Andrea, Anda telah membangkitkan rasa melankolis, rasa positif dan optimis dalam diri ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-7416105206448282096?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/7416105206448282096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=7416105206448282096&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/7416105206448282096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/7416105206448282096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2007/10/malu.html' title='Malu'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-1738500594142763239</id><published>2007-10-09T21:03:00.000-07:00</published><updated>2007-10-09T23:24:39.132-07:00</updated><title type='text'>Berbisnis</title><content type='html'>&lt;a name="OLE_LINK2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name="OLE_LINK1"&gt;Benar juga apa yang dikatakan orang pintar, bahwa kecenderungan orang akan berkumpul bersama jika memiliki kesamaan, apakah kesamaan fisik, kesamaan latar belakang, kesamaan hobi, kesamaan kerjaan, kesamaan pendidikan dan banyak lagi.&lt;/a&gt;
Nah, hal itulah mungkin yang menjadi latar belakang saya berkumpul kembali dengan teman-teman lama ketika kuliah, karena kesamaan latar belakang pendidikan, kesamaan tukang ngumpul, kesamaan tukang saling cela, kesamaan tukang maen dan banyak lagi kesamaan lainnya.
Kumpul dalam rangka buka bersama memang merupakan suatu ritual yang kami lakukan di setiap tahunnya, selain di hari biasa memang susah bertemu karena kesibukan masing-masing juga bulan puasa biasanya dijadikan ajang yang tepat makan bersama.
Kumpul-kumpul tersebut di isi dengan mengenang masa lalu serta membahas sedikit mengenai progress teman-teman lainnya. Dari beberapa teman yang hadir ternyata sudah ada beberapa yang jadi manager, kemudian ada yang menduduki jabatan penting, bahkan sudah ada yang menjadi General Manager. Hebat padahal baru beberapa tahun saja kelar kuliahnya.
Well, memang menarik sekali pertemuan tersebut. Namun yang lebih menarik adalah semua orang teman saya yang notabene semuanya kerja kantoran mulai tertarik ke bisnis. Wah ternyata teman-teman sudah mulai gak betah sebagai kuli di perusahaan, padahal baru beberapa tahun saja kerja.
Saya sendiri memang sudah menjalankan bisnis dari semenjak kuliah, dan sampai sekarang masih berjalan, alhamdulillah sudah mulai berkembang. Sehingga teman lainnya ada yang menanyakan tentang perkembangan bisnis tersebut dan tertarik mendengarkan.
Sementara saya, sekarang sih masih kerja dulu sambil mengotrol terus bisnis yang sedang di jalankan. Maklum belum masih berani, namun jika memang sudah kuat mudah2an sih akan fokus di bisnis.
Yang pasti, dengan bisnis kita dapat menghasilkan, tanpa kita perlu terlibat.
Tertarik kah Anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-1738500594142763239?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/1738500594142763239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=1738500594142763239&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/1738500594142763239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/1738500594142763239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2007/10/berbisnis.html' title='Berbisnis'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-1580052544504376148</id><published>2007-09-11T00:16:00.000-07:00</published><updated>2007-09-11T00:32:06.289-07:00</updated><title type='text'>Pengemis</title><content type='html'>Mengenang kembali kejadian waktu lalu yang sulit terlupakan :

Bertanya-tanya, itulah hal yang pertama dirasakan ketika seorang wanita pengemis yang menggendong seorang bayi, dengan wajah sungguh-sungguh ia berkata” Terima kasih mas, moga mas cepat diberikan pekerjaan”, ia ucapkan dengan pelan ketika saya memberikan ia dan bayi mungilnya uang seribuan. Entah tahu dari mana wanita itu bahwa saya sedang mencari kerja kala itu.
Di hari itu, saya baru saja selesai menjalani tes masuk kerja, sudah seharian penuh saya di Jakarta menjalani tes, dan hari itu merupakan tes akhir sampai wawancara dengan user yang akan menjadikan kita staff nya.
Saat itu, 3 tahun lalu, ketika saya ke Jakarta untuk memenuhi panggilan kerja dari suatu perusahaan, setelah 1 tahun lebih belum memperoleh pekerjaan sejak lulus dari perguruan tinggi.
Setelah seharian melaksanakan tes akhirnya saya pulang, diantar teman yang sudah lama berdomisili di Jakarta, sebelum pulang kembali ke kampung saya sempatkan untuk makan sore di rumah makan sebelum terminal Pulogadung. Ketika selesai makan, saya dihampiri oleh seorang pengemis yang menggendong bayinya, dia sodorkan tangannya. Saya lihat sorot matanya waktu itu begitu tulus. Akhirnya saya keluarkan uang seribu dari kantong celana. Dan dengan spontan ia mendoakan...ya mendoakan apa yang selama ini saya benar-benar dambakan.

Beberapa bulan kemudian saya diterima di tempat kerja yang layak.
Kadang memang di dunia ini, ada orang yang benar-benar mengalami kesulitan hidup, walau sudah berusaha keras...

Selamat menunaikan ibadah shaum..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-1580052544504376148?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/1580052544504376148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=1580052544504376148&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/1580052544504376148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/1580052544504376148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2007/09/pengemis.html' title='Pengemis'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-8747675414375993935</id><published>2007-09-03T02:32:00.000-07:00</published><updated>2007-09-03T02:34:07.734-07:00</updated><title type='text'>Dave U Amaze Me..</title><content type='html'>Well, beberapa hari yang lalu saya nonton DVD sulapnya David Copperfield (walau dia pesulap jadul, yah sekitar tahun 90an lah, namun saya tetep antusias nonton bagaimana sulapnya dia). Pasti deh teman2 pada tahu who is the guy…. Ternyata sangat luar biasa pertunjukkan David, saya begitu terkesima menatap kotak Televisi yang ada di depan mata, dia (Si Dave..) bisa menghilangkan patung Liberty, kereta api, pesawat, kemudian bisa membuat salju dari tangannya, bahkan dia bisa terbang laksana Superman… gile… dan yang pasti dia kemas dengan apik pertunjukkannya dengan cerita menarik, menyenangkan, mengharukan, gerak tari yang luar biasa, bahkan segala sesuatunya pas dengan musiknya, sungguh aduhai sulap dia, dan sampai sekarang, belum pernah saya melihat pesulap lain yang sehebat dia (kalo ada yang mau pinjem VCDnya ada nih…, asli loh).
Dari perkataan dia di setiap prolognya, dia selalu berkata bahwa dia telah menyiapkan sulapnya selama 7 tahun, ada yang selama 10 tahun bahkan ada yang disiapkan selama 14 tahun, gile bener…satu pertunjukkan dia persiapkan selama itu….. dan dia selalu memikirkan hal2 yang benar2 di luar nalar, misal, adegan terbang, bener loh di pertunjukkannya dia bisa terbang (konon kata orang sih di bantu jin, namun sampai saat ini sih belum terbukti tuh perkataan tersebut).
Dari sini saya sih mungkin dapat  mengambil hikmahnya, bahwa jika kita mempersiapkan sesuatu dengan sungguh2 serta berfikir out of the box, pasti akan menghasilkan sesuatu yang besar, dan yang pasti segala sesuatu ada prosesnya….


Kadang-kadang keberhasilan adalah hasil dari penantian yang sabar (Mario Teguh)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-8747675414375993935?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/8747675414375993935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=8747675414375993935&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/8747675414375993935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/8747675414375993935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2007/09/dave-u-amaze-me.html' title='Dave U Amaze Me..'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-8235495143159828279</id><published>2007-08-24T02:08:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T02:16:24.949-07:00</updated><title type='text'>Bu....</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/Rs6hR_2NKlI/AAAAAAAAAAk/oi3OtJwhPRQ/s1600-h/IMG_7561.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5102192758425987666" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 205px; CURSOR: hand; HEIGHT: 297px" height="286" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/Rs6hR_2NKlI/AAAAAAAAAAk/oi3OtJwhPRQ/s320/IMG_7561.JPG" width="187" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;3 bulan pertama, meminta perhatian lebih...
5 bulan pertama, makan tidak terasa enak, ingin dibelikan makanan yang sulit di dapat, minta paru, minta anil, minta ikan kembung bumbu padang, dan seterusnya, walau hanya mencicip sedikit....
5 bulan pertama, mual setiap hari di susul dengan muntah...
6 bulan berlalu, tidak dapat mengontrol makanan
6 bulan berlalu, keringat terus bercucuran
8 bulan berlalu, kaki membengkak
8 bulan berlalu, tubuh selalu gatal
9 bulan mendekat, hati terus berdebar, apakah akan ada sesuatu?
Apakah normal ataukah cesar? Ataukah nanti di vakum...

Akhirnya...
Tibalah saatnya.....
&lt;div&gt;
Saya sudah di dunia fana ini bu....
Bu, matamu penuh dengan kesejukan, penuh cinta dengan tulus...
Bu, matamu menyetujui untuk bangun setiap saat demi aku
Bu, Bimbing aku ya....... &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-8235495143159828279?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/8235495143159828279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=8235495143159828279&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/8235495143159828279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/8235495143159828279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2007/08/bu.html' title='Bu....'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/Rs6hR_2NKlI/AAAAAAAAAAk/oi3OtJwhPRQ/s72-c/IMG_7561.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-3049605236180173002</id><published>2007-08-23T21:42:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T01:45:34.243-07:00</updated><title type='text'>Everyday I love U</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/Rs6Z4f2NKkI/AAAAAAAAAAc/m5JD3RjDdPc/s1600-h/Cinta.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5102184623757929026" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 201px; CURSOR: hand; HEIGHT: 165px" height="210" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/Rs6Z4f2NKkI/AAAAAAAAAAc/m5JD3RjDdPc/s320/Cinta.jpg" width="263" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika bung Hatta meninggal, lautan manusia mengiringinya...mengenangnya...
Ketika Lady Di meninggal, dunia menangisinya..., bahkan ketika Taufik Savalas meninggal, banyak orang yang sedih...
Dan banyak lagi yang lainnya ketika meninggal, setiap orang merasa kehilangan....

Kenapa mereka bisa begitu ada di hati orang lain ?

Karena mereka semua adalah orang2 baik, melakukan sesuatu sesuai dengan hukum alam....
Karena mereka orang-orang yang memberikan cinta, memberikan kesejukan yang menyentuh di mata orang lain...
Karena mereka orang-orang yang tulus, yang selalu memberikan sesuatunya tanpa pamrih, ya tanpa pamrih....

Karena orang yang sukses adalah orang yang melakukan kebaikan..(Mario Teguh)
Karena orang yang sukses menebarkan cinta dan ketulusan...(Gede Prama)

Jadi ingat sebuah lagu dari Boyzone yang mengajak kita untuk membagikan cinta kita kepada setiap orang... setiap hari... ” Everyday i love u......”

&lt;em&gt;And you'll never live until you love &lt;/em&gt;
&lt;em&gt;With all your heart and soul. &lt;/em&gt;
&lt;em&gt;It's a touch when I feel bad &lt;/em&gt;
&lt;em&gt;It's a smile when I get mad &lt;/em&gt;
&lt;em&gt;All the little things I am &lt;/em&gt;
&lt;em&gt;Everyday I love you
&lt;/em&gt;
Mungkin saja kita dikenang, walau tidak dikenang oleh dunia ini, namun setidaknya dikenang oleh orang yang kita kenal.... karena kita membagikan cinta dengan tulus…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-3049605236180173002?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/3049605236180173002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=3049605236180173002&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/3049605236180173002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/3049605236180173002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2007/08/everyday-i-love-u.html' title='Everyday I love U'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/Rs6Z4f2NKkI/AAAAAAAAAAc/m5JD3RjDdPc/s72-c/Cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-2328989046076774963</id><published>2007-08-22T20:07:00.000-07:00</published><updated>2007-08-22T20:22:16.692-07:00</updated><title type='text'>Undangan Korek</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/Rsz8Nv2NKjI/AAAAAAAAAAU/qpLGtJIXEXg/s1600-h/Korek.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101729791016249906" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 271px; CURSOR: hand; HEIGHT: 193px" height="290" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/Rsz8Nv2NKjI/AAAAAAAAAAU/qpLGtJIXEXg/s320/Korek.jpg" width="374" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Sedikit agak terkejut, ketika saya sedang berkumpul dengan keluarga di teras rumah mertua pada hari Minggu lalu, di Desa Bojong, Cideres Majalengka, 2 orang ibu-ibu datang dengan memberikan satu buah korek api.
Dan saya pun langsung bertanya kepada istri, mengapa mereka memberikan korek api, apakah mereka meminta sumbangan? Tanyaku, ternyata hal itu salah besar, mereka memberikan korek api untuk mengundang kita pada acara nikahan keluarganya. Kemudian saya tanyakan juga kepada ibu saya yang di Majalengka, kata dia, itu hal biasa di kampung, mereka biasa memberikan undangan dengan korek. Well, unik juga nih, mengundang orang tanpa memberikan kartu undangan, namun hanya dengan satu buah korek api.
Saya yakin, pasti ada sesuatunya mengapa mereka memberikan korek api. Bebepara alasan menurut saya mengapa mereka memberikan undangan dengan bentuk korek antara lain adalah, murah, dengan menggunakan korek api, tidak perlu biaya besar, dan yang kedua yang menurut saya penting adalah kegunaan dari undangan tersebut, jika surat undangan, pasti di buang, walaupun bentuknya ekslusif, nah kalo korek, digunakan di dapur....
Well, mari kita contoh budaya di kampung, mereka begitu sederhana, tidak ada ego, namun mengerti akan arti manfaat......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-2328989046076774963?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/2328989046076774963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=2328989046076774963&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/2328989046076774963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/2328989046076774963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2007/08/undangan-korek.html' title='Undangan Korek'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/Rsz8Nv2NKjI/AAAAAAAAAAU/qpLGtJIXEXg/s72-c/Korek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-4001422407809883015</id><published>2007-08-22T18:15:00.000-07:00</published><updated>2007-08-22T18:18:24.914-07:00</updated><title type='text'>Shoping</title><content type='html'>Kata siapa shoping hanya ngabisin waktu ama duit?

Banyak hal besar ditemukan ketika seseorang sedang shoping, tahukah sistem kanban di pabrik Toyota yang ditemukan oleh Taiichi Ohno (kagak tahu lagi siapa Taiichi Ohno?, cek aja kalee di google he3) berasal ketika Ohno sedang jalan-jalan di supermarket di Amerika, tahukah Anda kekayaan yang diperoleh Jony Andrean yang semakin melimpah itu sebenarnya berasal ketika dia shoping, ya dia ketika itu shoping ke Singapura, tidak sengaja datang ke gerainya Bread Talk, mencicipi roti yang enak dan pembuatan roti yang langsung dapat dilihat, langsung insting bisnisnya jalan, dia mencari pemiliknya bahwa ia tertarik akan bisnis Bread Talk, maka jadilah dia pemilik waralaba Bread Talk di Indonesia, tahukah ide2 cemerlang yang tercipta saat ini banyak ditemukan ketika si penemunya sedang jalan, sedang main, bahkan ketika minum Starbucks..
Jadi tidak selamanya shoping itu ngabisin waktu dan duit. Dengan shoping, kita dapat berbagai hal yang baru, bahkan memberikan contoh bagi kita. Lihatlah Starbuck yang luar biasa, lihatlah gerai Zara yang luar biasa, rasakan wanginya Bread Talk, lihatlah J.CO yang luar biasa, saksikan kecepatan pelayanan Pizza dengan 15 menitnya, lihatlah lucunya gerai Apple…. Dapatkah kita belajar dari mereka…
Oleh karenanya, jangan lupakan jalan-jalan/shoping, dan yang pasti tentukan dahulu tujuan shopingnya, apakah untuk belanja kebutuhan ataukah mencari inspirasi….

Yuk kita jalan, yang deket aja, sambil makan siang, mudah2an aja nemu inspirasi, atau sekedar melepaskan stress yang melanda….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-4001422407809883015?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/4001422407809883015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=4001422407809883015&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/4001422407809883015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/4001422407809883015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2007/08/shoping.html' title='Shoping'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-3280984602406779758</id><published>2007-08-21T20:31:00.000-07:00</published><updated>2007-08-24T00:16:15.159-07:00</updated><title type='text'>Nak...</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/RswCiv2NKiI/AAAAAAAAAAM/UFgCbMtaUjM/s1600-h/IMG_7443.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101455273886558754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 282px; CURSOR: hand; HEIGHT: 166px" height="153" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/RswCiv2NKiI/AAAAAAAAAAM/UFgCbMtaUjM/s320/IMG_7443.JPG" width="236" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Minggu, 12 Agustus, tepat hari di mana istri menginjak usia 9 bulan kandungannya, sebagai calon ayah, saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk keperluan melahirkan mulai dari pakaian istri, perlengkapan untuk bayi, keuangan dan lainnya. Dan di hari itu pula dokter memperkirakan istri saya akan melahirkan. Namun waktu yang di tunggu belum kunjung tiba, istri tidak merasakan sesuatu, mulas pun tidak, karena katanya, tanda-tanda melahirkan adalah adanya mulas2. Well, akhirnya saya putuskan untuk berangkat ke Jakarta pada sore itu, saya bilang ke keluarga, jika ada sesuatu mohon untuk segera menghubungi.
Pukul 9 pagi hari Senin lalu, 13 Agustus, persaan khawatir terhadap istri mulai melanda, saya kemudian menelepon istri, namun yang mengangkat adalah mertua saya, dan dia mengatakan bahwa istri saya mengalami pendarahan hebat, bahkan mertua sampai menangis ketika menelepon, padahal mertua sendiri adalah bidan yang sangat faham akan seluk beluk persalinan, berarti saya simpulkan waktu itu, ada masalah besar yang sedang menimpa istri saya. Seketika itu pula saya akhirnya meminta izin untuk pamit pulang. Diperjalanan sendiri hati ini gundah gulana, dan terus menelepon keluarga mengenai perkembangan istri. Perjalanan dari Jakarta pukul 9.35 WIB sampai di Kadipaten pukul 15.00 WIB terasa cukup lama, bahkan terasa sangat lama sekali, memikirkan perkembangan istri. . Karena pendarahan yang cukup hebat, akhirnya rencana untuk melahirkan di Cirebon pada waktu itu tidak dapat terwujud (padahal ruangan dan dokternya sudah di booking), karena takut terjadi apa-apa di perjalanan, maka akhirnya di bawa ke rumah sakit Cideres, Majalengka.
Setibanya di Rumah Sakit Cideres, saya melihat istri terbaring dengan wajah merasakan sakit dan mulas, pada siangnya dokter kandungan telah memecahkan dengan sengaja ketubannya agar istri saya merasakan mulas. Pendarahan yang pagi terjadi diterangkan oleh dokter berasal dari plasenta yang masih ada sedikit yang di bawah.
Pada pukul 8 malam istri sudah mulai merasakan mulas yang sangat, dokter pun di telp., namun dokter mengatakan bahwa bidan saja sudah cukup, akhirnya, pada persalinan itu di bantu oleh 3 bidan (luar biasa, jarang sekali persalinan di bantu langsung oleh 3 bidan).. Saya sendiri waktu itu, langsung melihat persalinan istri, begitu gigihnya ia, sampai mukanya dari warna putih kelihatan menjadi biru keabu-abuan (mungkin moment inilah yang tidak terlupakan, begitu besarnya perjuangan seorang ibu ketika melahirkan). Namun sampai pukul setengah 10 bayi tidak kunjung keluar, kemudian dokter di telepon kembali. Dokter berjanji akan datang, setibanya dokter, ia memutuskan, persalinan mengggunakan metode vacuum.
Akhirnya setelah menggunakan metode vacuum, tepat pukul 10 istri dapat melahirkan dengan baik, bayi mungil pun keluar untuk pertama kalinnya ke bumi ini. Dan menangislah ia.......
Menangislah nak... kelak kemudian hari ayah dan ibu doakan engkau menjadi anak shalih dan menjadi penyejuk hati.....
Maka, nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan...................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-3280984602406779758?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/3280984602406779758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=3280984602406779758&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/3280984602406779758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/3280984602406779758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2007/08/nak.html' title='Nak...'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7Iew98rmACo/RswCiv2NKiI/AAAAAAAAAAM/UFgCbMtaUjM/s72-c/IMG_7443.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-6072371480207956341</id><published>2007-08-09T19:05:00.000-07:00</published><updated>2007-08-09T19:11:24.955-07:00</updated><title type='text'>Jangkar Pembeda</title><content type='html'>Benar juga apa yang dikatakan oleh teman saya, jika kamu ingin di kenal buatlah jangkar, maksudnya, kita harus punya sesuatu yang berbeda dan punya sesuatu yang lain yang selalu diingat oleh orang lain tentang kita. Misal, ketika kita ingat sepak bola, kita ingat Ronaldo, ketika ingat pelawak, ingat Tukul, dengan kata lain kita ini adalah satu-satunya di mata orang lain.
Perbedaan yang kita buat, akan menghasilkan suatu hal yang berbeda. Sehingga dengan perbedaan ini kita dapat langsung dikenal oleh siapapun, bahkan oleh atasan yang jauh di sana pun. Di tempat kerja pun demikian, siapa pun yang berbeda akan dihargai karena beda nya. Lihatlah orang2 sukses di sekitar kita, pasti dia punya perbedaan dengan yang lainnya, misal dia beda karena pintar, pekerja keras, jago dalam berdebat, gak pernah menyerah atau mungkin jago dalam hal lainnya.
Perbedaan ini katanya dapat dibentuk karena suatu kerja keras, kreatifitas yang terus menerus di kembangkan serta keinginan, pikiran dan sikap untuk berbeda.

So always thinks and act different....

Kualitas Pembeda Terpenting adalah Kualitas yang Menjadikan kita Satu-satunya
(Mario Teguh)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-6072371480207956341?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/6072371480207956341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=6072371480207956341&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/6072371480207956341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/6072371480207956341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2007/08/jangkar-pembeda.html' title='Jangkar Pembeda'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-210431627157662064</id><published>2007-07-31T00:17:00.000-07:00</published><updated>2007-07-31T00:22:32.176-07:00</updated><title type='text'>Impresi Awal</title><content type='html'>&lt;p&gt;Salah satu sumber buku yang pernah sekilas daku baca, kalo gak salah sih judulnya Branded Customer Service, mengatakah bahwa ciri perusahaan besar salah satunya adalah mempunyai pekerja yang loyal, dan pekerja yang loyal ini biasanya mempunyai motivasi besar untuk terus memajukan perusahaannya. Well, rasanya pengen juga saya punya perusahaan yang semua karyawannya mempunyai motivasi besar, atau bahkan sekarang saya sedang bekerja di suatu perusahaan merasakan motivasi yang luar biasa dalam bekerja. Mudah2an he3….
Nah, saya mau sharing nih sedikit hal kecil tentang bagaimana cara memotivasi seorang karyawan. Teryata, menurut Bob Nelson (pengarang 1001 Cara Untuk Menjadikan Karyawan Bersemangat), motivasi karyawan salah satunya terbentuk ketika dia pertama kali kerja. Oleh karena itu, penting bagi suatu perusahaan memberikan impresi awal yang baik bagi seorang pekerja baru, karena kadang ketika seorang pekerja baru hadir tempat kerjanya yang baru, gak tahu mesti ngapain, hanya di sediakan meja dan computer, atau bahkan langsung diberikan pekerjaan yang benar-benar menumpuk, dan pekerja itu gak tahu mesti ngapain. Kasian ya….
Terdapat beberapa hal nih yang mungkin dapat memberikan impresi yang baik bagi pekerja baru, antara lain :
1. Diberikan wawasan mengenai perusahaan tempat kerjanya, berikan kebanggaan bahwa dia bergabung dengan perusahaan yang tepat. Komunikasikan visi dan misi perusahaan, sehingga dia tahu kemana akan melangkah…
2. Di berikan orientasi kerja, sehingga pekerja baru benar2 mengetahui apa yang harus dia lakukan.
2. Sambutan hangat bagi karyawan baru ketika datang di tempat kerja yang baru, setiap karyawan, setidaknya karyawan di bagian yang berkaitan menyambut dengan hangat, dan memberikan kartu namanya.
3. Dipersiapkan di mejanya segala peralatan yang dia perlukan, mulai dari peralatan tulis, computer, kalender kerja dll.
4. Beri kartu ucapan selamat bergabung di meja kerjanya.
5. Ajak makan siang bersama, bahkan ada perusahaan di Amerika, Hewitt Associate, selama sekitar 2 minggu, pekerja baru tersebut di ajak makan siang oleh rekan kerjanya secara bergantian.
5. Buatkan kartu namanya.
6. Tanya hobinya, misal hobi tenis meja, langsung masukkan dia di dalam klub tenis meja perusahaan.
Cara-cara di atas mudah2an dapat memotivasi pekerja yang baru bergabung di perusahaan kita...&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-210431627157662064?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/210431627157662064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=210431627157662064&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/210431627157662064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/210431627157662064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2007/07/impresi-awal.html' title='Impresi Awal'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-695485146686292828.post-7011629653473245247</id><published>2007-07-18T01:40:00.000-07:00</published><updated>2007-07-18T01:46:48.830-07:00</updated><title type='text'>Ngajar...</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mengajar&lt;/span&gt;….&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;

Akhirnya masuk kerja juga hari ni, telat lagi. Perlu diketahui bahwa kemaren daku cuti (sapa yang nanya?), abis kangen ama istriku yang cantik jelita….
Eh mau sharing nih tentang kepuasan pelanggan, dari buku &lt;em&gt;301 Great Customer Service Ideas (Inc. Magazine)&lt;/em&gt;, ternyata teknik dalam memberikan kepuasan pelanggan salah satunya dapat melalui cara mengajar. Loh kok lewat mengajar sih?, kayaknya tidak nyambung, namun kalo kita telaah lebih jauh, mengajar ini memang tidak secara langsung dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan, namun sebagai alat perantara yang luar biasa.
Dengan mengajar kita lebih faham tentang apa yang kita ajarkan, dan yang terpenting kita lebih PD, nah cara pengajarnya seperti apa sih….ternyata tidak hanya di depan kelas tapi di depan teman juga oke2 saja, caranya dengan mempresentasikan sesuatu, sehingga kita bertambah faham tentang apa yang dipresentasikan, dan pada akhirnya ketika kita bertemu dengan pelanggan, akan lebih mudah menerangkan dan menerapkannya….

Nah, jadi pengen ngajar neh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/695485146686292828-7011629653473245247?l=hilmansal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hilmansal.blogspot.com/feeds/7011629653473245247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=695485146686292828&amp;postID=7011629653473245247&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/7011629653473245247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/695485146686292828/posts/default/7011629653473245247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hilmansal.blogspot.com/2007/07/ngajar.html' title='Ngajar...'/><author><name>Hilman Saladin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14689901073732400599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://i236.photobucket.com/albums/ff99/hilmansal/IMG_3467.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
