Minggu, 01 Februari 2009

Mencari

Rasanya saya tidak ingin terus menghabiskan kisah buku berjudul ‘Enrique’s Journey’ karangan Sonia Nazario yang dibaca tadi malam. Dari awal, buku yang merupakan kisah nyata [true story] ini telah begitu menyentuh jiwa kemanusiaan, sehingga memberikan gambaran bahwa kita patut bersyukur atas apa yang telah didapat dalam hidup ini. Novel yang diganjar oleh Pulitzer Award 2003 ini berkisah bagaimana para anak-anak imigran yang berasal dari Amerika Tengah, seperti Mexizo, Guatemala, Honduras dan lainnya berjuang untuk mencari ibunya yang bekerja di Amerika. Setiap tahun hampir lima puluh ribuan anak-anak pergi ke utara untuk mencari ibunya yang bekerja di Amerika. Ibunya sendiri telah beberapa tahun sampai belasan tahun sebelumnya meninggalkan mereka menuju Amerika untuk mempertahankan hidup serta untuk menghidupi keluarganya. Ibu mereka dengan terpaksa meninggalkan anak-anaknya, bahkan ketika anak mereka berusia satu bulan. Sonia yang seorang jurnalis kebetulan memiliki seorang pembantu rumah tangga bermana Carmen yang berasal dari Guatemala. Ia memilki empat orang anak yang ia tinggalkan karena ia harus menghidupi mereka semua. Di tahun 1998, anak pertama Carmen menyusulnya ke Amerika. Jiwa jurnalis Sonia tergugah untuk mengetahui hal ini. Mengenai bagaimana anak-anak mereka menyusul ibunya ke Amerika di usia sangat muda, belasan tahun, bahkan ada yang berusia 11 tahun. Anak-anak itu berani bertaruh dengan jiwanya melewati ribuan mil menggunakan kereta api barang. Untuk menemui ibunya. Di perjalanan, mereka akan menghadapi berbagai macam kesengsaraan, mulai dari perampok, pemerkosaan, kelaparan, udara dingin dan panas yang ekstrim, petugas perbatasan dan lainnya. Mereka lalui perjalanan dengan menggunakan kereta api barang berbulan lamanya. Mereka semua menyebut kereta api itu adalah El Tren de La muerte, Kereta api maut. Sonia sendiri kemudian mencari beberapa orang anak yang pernah menelusuri perjalanan ini untuk dijadikan nara sumbernya. Ia ingin mengetahui secara detail bagaimana mereka berjuang menghadapi perjalanan ini. Dan akhirnya ia menemukan seorang anak yang bernama Enrique, dari dirinyalah Sonia memperoleh banyak informasi mengenai perjalanan ini. Untuk mengetahui secara riil perjalanan ini, Sonia menempuh perjalanan ini sendiri selama enam bulan menghadapi mara bahaya yang mengancam. Dan lahirlah buku Enrique’s Jouney, sebagai bahan pembelajaran bagi kita semua bahwa kita masih beruntung dan patut bersyukur hidup seperti ini. Ibu, anakmu selalu menyayangimu.. Hill